Tes Antigen Anies Baswedan Negatif tapi PCR Positif, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 481 2320774 tes-antigen-anies-baswedan-negatif-tapi-pcr-positif-kok-bisa-yDQMUBRbkn.jpg Anies Baswedan (Foto: Inst Anies Baswedan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkonfirmasi positif Covid-19. Keterangan ini disampaikan Anies dalam video resminya.

Pernyataan positif tersebut didapat dari hasil PCR yang hasilnya keluar pada Selasa (1/12/2020) dini hari. Sebelumnya, saat Wakil-nya, Ahmad Riza Patria dinyatakan positif Covid-19, Anies melakukan tes swab antigen dan hasilnya negatif.

Anies Baswedan 

Lantas, mengapa hasil tes Covid-19 Anies Baswedan bisa berbeda dari dua tes tersebut?

Diterangkan Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, dr Muhammad Irhamsyah, SpPK, M.Kes, hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor yaitu preanalitik, analitik, dan post-analitik.

Preanalitik sendiri ialah penanganan sampel sebelum memasuki ruangan laboratorium (meliputi pengambilan swab, penanganan atau penyimpanan sample, dan transportasi pengiriman sampel).

Lalu, analitik adalah proses analisis sampel hingga mengeluarkan hasil, dan post-analitik yaitu mengeluarkan hasil pemeriksaan kemudian diserahkan kepada pasien.

"Jadi, proses pengambilan, penanganan, penyimpanan transportasi, dan analisa sampel swab yang tidak tepat akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat," terang dr Muhammad Irhamsyah dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Kamis (3/12/2020).

Namun, yang menjadi masalah dan perlu masyarakat ketahui adalah waktu pengambilan swab yang berbeda akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang berbeda. Seperti contoh misalnya seseorang yang melakukan PCR di rumah sakit A hasilnya positif, namun keesokan harinya melakukan swab di rumah sakit lain dan hasilnya negatif.

"Hal ini bisa terjadi karena SARS-CoV2 sudah tidak ada lagi di dalam tubuh orang tersebut," papar dr Irhamsyah.

Di sisi lain, ada yang disebut dengan hasil PCR 'inkonklusif' atau hasil pemeriksaan laboratorium yang tidak terdeteksi positif atau negatif.

Ini bisa terjadi disebabkan karena hanya sebagian gen target Covid-19 yang terdeteksi dan biasanya disebabkan konsentrasi material genetik pada swab yang sangat rendah atau oleh adanya mutasi gen Covid-19.

"Seperti banyak kita tahu, SARS-CoV2 adalah virus yang sangat mudah bermutasi. Jika didapatkan hasil inkonklusif, maka disarankan kepada masyarakat untuk melakukan pengambilan sampel kembali," tambah dr Irhamsyah.

Sementara itu, dr Irhamsyah menegaskan bahwa penanganan seseorang yang terinfeksi Covid-19 tidak bisa mengandalkan hanya dari pemeriksaan PCR, khususnya apabila pasien OTG Covid-19 yang tidak merasakan gejala apapun.

 Baca juga: Celine Evangelista Langsing Menggoda, Dita Soedarjo: Stefan William, Your a Lucky Dude!

"Oleh karena itu, diperlukan konsultasi ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut kesehatan Anda dari hasil wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang lain yang dilakukan dokter agar dapat dilakukan penanganan pasien Covid-19 yang lebih tepat dan terarah," ungkapnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini