Pengunjung Bioskop di Inggris Harus Tunjukkan Bukti Sudah Divaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 481 2320996 pengunjung-bioskop-di-inggris-harus-tunjukkan-bukti-sudah-divaksin-covid-19-hfQwCdQndH.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Nadhim Zahawi, Menteri Bisnis Junior yang sekarang jadi 'Menteri Vaksin Covid-19' Inggris, mengatakan bahwa bar, bioskop, dan tempat olahraga dapat memaksa orang untuk menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 sebelum masuk.

Zahawi mengklarifikasi bahwa siapa pun yang akan divaksin Covid-19 seharusnya bersifat sukarela, tetapi pengelola bisnis dapat menggunakan aplikasi yang mampu melacak status vaksin seseorang sebelum mereka menikmati fasilitas.

"Saya pikir Anda mungkin akan menemukan bar, bioskop, dan tempat lain termasuk pusat kebugaran akan menggunakan sistem pelacakan status vaksin seseorang sebelum mereka menikmati fasilitas yang ditawarkan," kata Zahawi pada BBC.

vaksin covid-19

Baca Juga : Cara Atasi Stigma Negatif Covid-19 yang Bikin Masyarakat Tak Laporkan Diri

Dia menambahkan, pernyataannya itu pasti akan mendatangkan tekanan dari dua arah; dari penyedia layanan, pun pembuat teknologi pelacak status vaksinasi.

Ditanya apakah semua orang akan setuju dengan penerapan kebijakan tersebut, Zahawi menjawab, "Orang harus membuat keputusan, tetapi saya pikir Anda mungkin akan menemukan banyak penyedia layanan yang akan setuju dengan kebijakan ini."

Zahawi mendapat mandat untuk mengawasi program vaksin terbesar di Inggris dalam beberapa dekade. Inggris sendiri rencananya akan menggunakan dua vaksin Covid-19, pertama bikinan Pfizer bekerja sama dengan BioNTech dan vaksin Covid-19 buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca. Sejauh ini Inggris masih terus memantau apakah kedua vaksin ini aman dan efektif atau tidak.

Nonton di Bioskop

Menurut laporan New York Post, surat kabar The Guardian melaporkan bahwa rumah sakit telah diberitahu bahwa mereka dapat menerima dosis pertama suntikan Pfizer pada 7 Desember, jika disepakati.

Inggris sendiri sudah memesan 40 juta dosis vaksin Pfizer yang mana diperkirakan dosis tersebut cukup untuk 20 juta orang, dan 100 juta dosis vaksin Oxford. Pemerintah Inggris berharap kombinasi vaksin dan pengujian massal akan mengakhiri pembatasan selama pandemi masih berlangsung dan kehidupan sehari-hari yang lebih baik.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini