Makanan Jadi Penyumbang Terbesar Penyakit Tak Menular, Kenali Bahayanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 21:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 481 2321264 makanan-jadi-penyumbang-terbesar-penyakit-tak-menular-kenali-bahayanya-wLw2ViDATS.jpg (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT tidak menular (PTM) masih menjadi masalah terberat yang dialami oleh Indonesia. Penyakit seperti jantung dan pembuluh darah, hipertensi, diabetes melitus, ginjal, arthritis, kanker dan lainnya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya pola makan yang tidak dikontrol dengan benar.

Nutrisionis sekaligus Ketua Indonesia Sport Nutritionist Assocation (ISNA), dr. Rita Ramayulis, mengatakan terdapat banyak sekali faktor yang menyebabkan PTM. Berdasarkan data yang dimilikinya, 93,6 persen PTM disebabkan oleh kurangnya konsumsi sayur dan buah. Posisi kedua dengan 53,1 persen disebabkan oleh konsumsi tinggi gula, dan posisi ketiga dengan 36,3 akibat prevalensi merokok sejak usia 15 tahun.

“Makanan dan minuman kekinian itu sangat tinggi gula, garam, lemak, dan kolesterol. Tapi justru makanan tersebut tidak memiliki cukup nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti serat, vitamin dan mineral,” terang dr. Rita, dalam Webinar ‘Sustaining the Healthy Habits with Real Food’, Kamis (3/12/2020).

Dokter Rita mengatakan bahwa asupan gula berlebih dapat berpengaruh pada imunitas tubuh. Kadar gula berlebih dapat memicu terjadinya hiperinsulinemia yang berujung pada kronik inflamation. Selain itu gula yang berlebih juga akan menghalangi masuknya vitamin C ke dalam sel.

 Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah terberat yang dialami oleh Indonesia.

Baca juga: Kesal dengan Komedo di Hidung? Ini 5 Cara Rumahan untuk Menghilangkannya

“Kondisi ini meningkatkan jumlah mikroba negatif, serta menurunkan jumlah mikroba positif. Nantinya kondisi ini akan melemahkan kerja sel darah putih dalam fagositosis (respons imun non spesifik),” tambahnya.

Selain itu makanan dengan kadar garam berlebih juga berpengaruh pada imunitas tubuh. Ini disebakan karena garam memengaruhi kinerja ginjal. Ginjal memiliki sensor natrium klorida yang mengaktifkan fungsi eksresi garam.

“Konsumsi natrium berlebihan menyebabkan glukokortikoid menumpuk dan menyebabkan fungsi granulosit terhambat dan berujung pada imunitas tubuh yang menurun. Sama halnya dengan kelebihan minyak. Akan menyebabkan insulin menjadi resisten yang berujung pada inflamasi kronis dan berakibat pada ketidakseimbangan metabolik, kekurangan nutrisi, dan respon imun yang menurun,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini