Cegah Vertigo, Yuk Konsumsi Vitamin D dan Kalsium Dua Kali Sehari

Diana Rafikasari, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 481 2321516 cegah-vertigo-yuk-konsumsi-vitamin-d-dan-kalsium-dua-kali-sehari-FD9PbFdWMN.jpg Ilustrasi sakit vertigo. (Foto: Peggy Marco/Pixabay)

VERTIGO adalah sakit yang membuat penderitanya mengalami pusing berat. Ia bahkan merasa dirinya atau sekelilingnya berputar. Vertigo bisa disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit, misalnya berputar dalam lingkaran atau efek samping obat.

Ternyata mengonsumsi vitamin D dan kalsium dua kali sehari dapat mengurangi kemungkinan terkena vertigo lagi. Ini berdasarkan hasil sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal medis dari American Academy of Neurology.

Baca juga: Peneliti Temukan Gerakan Kepala Buat Redakan Sakit Vertigo 

"Studi kami menunjukkan bahwa untuk orang dengan vertigo posisi paroksismal jinak, mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium adalah cara sederhana dan berisiko rendah untuk mencegah vertigo berulang. Ini sangat efektif jika Anda memiliki tingkat vitamin D yang rendah untuk memulai," ungkap Ji-Soo Kim MD PhD dari Sekolah Tinggi Kedokteran Universitas Nasional Seoul di Korea, seperti dikutip dari Science Daily, Jumat (4/12/2020).

Vertigo posisi paroksismal jinak terjadi ketika perubahan posisi kepala memberi Anda sensasi berputar tiba-tiba. Ini salah satu jenis vertigo yang paling umum. Penanganan berupa melakukan serangkaian gerakan kepala yang mengubah partikel di telinga yang memicu vertigo masih menyebabkan kekambuhan.

Sekira 86 persen orang yang mengalami jenis vertigo ini mengaku sangat mengganggu kehidupan sehari-harinya atau menyebabkan mereka melewatkan hari-hari di tempat kerja.

Studi ini mengamati 957 orang di Korea dengan vertigo posisi paroksismal jinak yang berhasil diobati dengan gerakan kepala. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok yaitu intervensi dan observasi.

Baca juga: Madu dan Cuka Sari Apel Bantu Atasi Sakit Vertigo 

Sebanyak 445 orang dalam kelompok intervensi telah diambil tingkat vitamin D mereka pada awal penelitian. Lalu 348 orang dengan kadar vitamin D di bawah 20 nanogram per mililiter (ng/mL) mulai mengonsumsi suplemen dengan 400 unit internasional vitamin D dan 500 miligram kalsium dua kali sehari. Sedangkan mereka dengan kadar vitamin D sama atau lebih dari 20 ng/mL tidak diberi suplemen.

Sebanyak 512 orang dalam kelompok observasi tidak dipantau kadar vitamin D-nya dan mereka tidak mendapat suplemen.

Mereka yang berada dalam kelompok intervensi yang mengonsumsi suplemen memiliki tingkat kekambuhan yang lebih rendah untuk episode vertigo setelah rata-rata satu tahun dibandingkan dengan kelompok observasi.

Orang yang mengonsumsi suplemen memiliki tingkat kekambuhan rata-rata 0,83 kali per orang per tahun, dibandingkan dengan 1,10 kali per orang per tahun untuk mereka yang berada dalam kelompok observasi, atau penurunan 24 persen pada tingkat kekambuhan tahunan.

Baca juga: 9 Gejala HIV, Salah Satunya Berat Badan Turun Drastis! 

Ada manfaat yang lebih besar bagi mereka yang lebih kekurangan vitamin D pada awal penelitian. Mereka yang memulai dengan kadar vitamin D lebih rendah dari 10 ng/mL mengalami penurunan 45 persen pada tingkat kekambuhan tahunan.

Sementara mereka yang memulai dengan kadar vitamin D pada 10 hingga 20 ng/mL hanya mengalami penurunan 14 persen. Sebanyak 38 persen orang dalam kelompok intervensi mengalami episode vertigo lain, dibandingkan dengan 47 persen pada kelompok observasi.

Baca juga: Daftar Orang yang Tidak Bisa Diberikan Vaksin Covid-19, Siapa Saja? 

"Hasil kami menarik karena sejauh ini pergi ke dokter untuk meminta mereka melakukan gerakan kepala telah menjadi cara utama kami mengobati vertigo posisi paroksismal jinak. Studi kami menunjukkan pengobatan yang murah dan berisiko rendah seperti vitamin D dan tablet kalsium efektif untuk mencegah gangguan yang umum dan sering berulang ini," jelas Kim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini