Prof Wiku Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Bisa Lebih dari 8 Ribu Sehari

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 481 2322091 prof-wiku-ungkap-penyebab-kasus-covid-19-bisa-lebih-dari-8-ribu-sehari-lsBsfxlck0.jpg Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

Kasus virus corona Covid-19 terus meningkat secara signifikan di Indonesia. Bahkan belum lama ini kasus baru positif Covid-19 sempat mencatat lebih dari 8 ribu kasus dalam sehari.

Alhasil banyak masyarakat yang penasaran mengapa hal ini bisa terjadi, padahal sebagian masyarakat sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Menjawab hal tersebut Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Dr. drh. Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif yang meledak menjadi 8 ribu tersebut memiliki dua macam penyebab. Salah satunya adalah dengan tingkat penularan Covid-19 yang cenderung tinggi di Indonesia.

Prof Wiku

“Selain itu memang terjadi akumulasi kasus yang cukup besar dari Papua. Sekira 1.700 kasus lebih, tercatat mulai dari 19 November sampai dengan kemarin. Ini tentunya mendongkrak akumulasi kasus baru dalam sehari,” terang Prof Wiku, dalam Talkshow ‘Libur Akhir Tahun Dipangkas, Efektif Atasi Pandemi?’ bersama Okezone, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Cemas Akibat Covid-19

Tak hanya Papua, Prof Wiku menjelaskan sejumlah daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, juga tergolong masih besar. Hal ini disebabkan karena masih kurang koordinasi, selain dari angka penularannya yang juga masih tinggi. Selain itu baik Jawa Barat dan Jawa Tengah juga menjadi daerah wisata pada libur sebelumnya.

“Kasus baru akan melonjaknya pada 10-14 hari kemudian dan tidak langsung berhenti pada satu hari saja. Kenaikan ini bisa berlangsung selama 1-2 minggu berikutnya. Hal inilah yang menyebabkan fasilitas kesehatan menjadi penuh. Ini yang harus dihindari karena fasilitas kesehatan tidak akan cukup untuk menampung masyarakat yang sakit,” jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini