WHO Sebut Angka Kematian Covid-19 Indonesia Masih Jauh di Atas Global

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 481 2322310 who-sebut-angka-kematian-covid-19-indonesia-masih-jauh-di-atas-global-UZ1HAOiFDX.jpg Disiplin patuhi protokol kesehatan kunci tekan kasus Covid-19 (Foto : Okezone)

Pandemi virus corona Covid-19 masih belum mereda di Indonesia. Bahkan World Health Organization (WHO) mencatat bahwa presentasi kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Hal ini diungkapkan WHO dalam laporan situasi yang selalu mereka unggah secara berkala di website resmi mereka.

“Selama sepekan dari 23-29 November 2020, jumlah kematian akibat Covid-19 yang dikonfirmasi adalah 0,34 per 100.000 penduduk (3,4%), dibandingkan dengan 0,25 (2,5%) per 100.000 penduduk pada minggu sebelumnya,” terang laporan WHO dalam laman resminya.

New Normal

Tentunya kenaikan ini terlihat cukup signifikan dan membuat angka kematian Covid-19 di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh WHO yakni sebesar 2,39 %. Laporan tersebut juga menulis bahwa data yang mereka peroleh hanya berdasarkan kematian Covid-19 yang telah terkonfirmasi.

“Sesuai definisi WHO, kematian akibat penyakit yang kompatibel secara klinis dalam kasus Covid-19 yang mungkin atau terkonfirmasi adalah kematian terkait Covid-19, kecuali ada penyebab kematian alternatif yang jelas yang tidak dapat dikaitkan dengan Covid-19,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Teh Hijau dan Cokelat Hitam

Lebih lanjut laporan tersebut juga mengungkap bahwa salah satu provinsi di Jawa telah menunjukkan penurunan berturut-turut selama tiga minggu terakhir. Penurunan angka tersebut dalam jumlah kematian pada kasus yang dikonfirmasi dan baru diduga.

“Di DKI Jakarta, terdapat lebih banyak kematian dalam kasus yang mungkin terjadi daripada kasus yang dikonfirmasi dari 9 hingga 29 November. Hal yang sama diamati di Jawa Barat selama pekan tanggal 16 hingga 22 November,” lanjutnya.

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Dr. drh. Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif yang meledak menjadi 8 ribu tersebut memiliki dua macam penyebab. Salah satunya adalah dengan tingkat penularan Covid-19 yang cenderung tinggi di Indonesia.

Prof Wiku

Dalam Talkshow ‘Libur Akhir Tahun Dipangkas, Efektif Atasi Pandemi?’ bersama Okezone, Prof Wiku menjelaskan sejumlah daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, juga tergolong masih besar. Hal ini disebabkan karena masih kurang koordinasi, selain dari angka penularannya yang juga masih tinggi.

“Kasus baru akan melonjaknya pada 10-14 hari kemudian dan tidak langsung berhenti pada satu hari saja. Kenaikan ini bisa berlangsung selama 1-2 minggu berikutnya,” terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini