Anak-Anak yang Terpapar Asap Rokok Miliki Fungsi Jantung yang Lebih Buruk

Diana Rafikasari, Jurnalis · Selasa 08 Desember 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 481 2323789 anak-anak-yang-terpapar-asap-rokok-miliki-fungsi-jantung-yang-lebih-buruk-ARy5kKqyP1.jpg Anak terpapar asap rokok (Foto: Ministry of Education Guyana)

Semakin banyak asap rokok yang dihirup anak-anak di rumah saat tumbuh dewasa, semakin tinggi kemungkinan mereka mengembangkan penanda penurunan fungsi jantung saat dewasa. Temuan ini dipresentasikan di Sesi Ilmiah Asosiasi Jantung Amerika 2020.

"Kami sudah mengetahui dari penelitian sebelumnya bahwa anak-anak yang terpapar asap rokok lebih cenderung memiliki perbedaan struktural dalam sistem vaskular mereka saat dewasa, seperti dinding pembuluh darah yang lebih tebal dan risiko penumpukan plak yang lebih tinggi di arteri," kata Chigoze Ezegbe, MBBS., MPH, penulis utama studi ini.

 ibu merokok

"Dalam penelitian ini, kami ingin memahami dampak paparan asap rokok pasif yang berkepanjangan selama masa kanak-kanak terhadap fungsi jantung di masa dewasa," lanjutnya.

Para peneliti memeriksa catatan kesehatan lebih dari 1.100 orang dewasa (usia rata-rata 45 tahun, 52% perempuan) yang merupakan peserta dalam studi Childhood Determinants of Adult Health, sebuah proyek penelitian di seluruh Australia yang dimulai pada tahun 1985 yang menyelidiki pentingnya faktor masa kanak-kanak dalam perkembangan selanjutnya dari faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Sekitar setengah (54%) dari peserta terkena paparan asap rokok di rumah selama masa kanak-kanak. Evaluasi terakhir peserta adalah antara tahun 2014 dan 2019, 34 tahun setelah mereka memasuki studi sebagai anak sekolah.

Tingkat keparahan paparan asap rokok pada masa kanak-kanak dihitung dengan tiga cara, yakni jumlah perokok di rumah, berapa tahun setiap anak terpapar rokok tembakau oleh anggota di rumah, dan tingkat keparahan indeks keterpaparan - apakah seorang anak dikatakan tidak pernah terpapar di rumah, kadang terpapar, atau selalu terpapar.

Pada evaluasi orang dewasa, pencitraan ultrasound digunakan untuk mengukur regangan longitudinal global (GLS) dari ventrikel kiri, ruang pompa utama jantung. GLS menunjukkan seberapa banyak otot-otot ventrikel kiri memendek saat mereka membantu memeras darah keluar dari jantung, dibandingkan dengan panjang istirahat otot di antara detak jantung.

"GLS dapat menunjukkan perubahan awal dalam kemampuan jantung untuk berkontraksi dengan benar dan dapat memberikan informasi tentang risiko penyakit jantung. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setiap 1% penurunan GLS telah dikaitkan dengan risiko 12% lebih tinggi dari morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada populasi umum yang berisiko rendah," jelas Ezegbe.

Sementara itu, wakil kepala sains dan petugas medis American Heart Association, Rose Marie Robertson, MD, FAHA mengungkapkan bahwa anak-anak, terutama anak-anak kecil, biasanya terpapar asap tembakau secara tidak sengaja, namun dapat memengaruhi kesehatan mereka.


Baca juga: Tidak Disangka, 4 Tanaman Liar Ini Ternyata Bisa Dimakan Lho

"Studi ini menegaskan bahwa anak-anak harus dilindungi karena hal itu berdampak negatif terhadap kesehatan mereka selama masa kanak-kanak, dan itu mengarah pada konsekuensi kesehatan jangka panjang di masa dewasa," ungkap Robertson dilansir dari Medical Xpress.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini