Kisah Binaragawan Menikahi Boneka Seks Pujaan Hatinya

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 612 2324133 kisah-binaragawan-menikahi-boneka-seks-pujaan-hatinya-81HvdkpsDU.jpg Binaragawan nikahi boneka seks (Foto : Instagram/@yurii_tolockho)

Cinta terkadang seperti tak ada logika. Seperti kisah seorang pria yang mendadak viral karena menikahi boneka seks, setelah kencan selama berbulan-bulan.

Pria bernama Yuri Tolochko tersebut tentu saja mengejutkan keluarga serta teman-temannya. Melansir dari tori.ng, pria yang diketahui seorang binaragawan dari Kazakhstan itu menjalin hubungan asmara dengan kekasihnya sejak tahun 2019.

Binaragawan

Baca Juga : Kisah Nyata 4 Pria yang Hidup dengan Boneka Seks

Dibalut tuksedo hitam dan dasi kupu-kupu, Yuri Tolochko terlihat mencium Margo, boneka seks yang dicintainya. Margo yang memegang buket bunga tampak kaku dalam balutan gaun putih.

Binaragawan

Setelah itu, Tolochko memasangkan cincin ke jari Margo. Kemudian, keduanya berdansa di depan puluhan tamu dalam suasana yang romantis.

Sementara itu, perlu diketahui, satu-satunya persyaratan untuk pernikahan di Kazakhstan adalah bahwa kedua pasangan haruslah pria dan wanita di atas 18 tahun. Namun, persyaratan tidak menyebutkan apakah boneka disertakan atau tidak.

Awal pertemuan dan potret romantis

Yuri Tolochko bertemu dengan Margo pada tahun 2019 di klub malam. Dia melamar Margo pujuaan hatinya pada Desember 2019. Tolochko sebenarnya berencana menikahi Margo pada Maret 2020, namun terhalang pandemi Covid-19. Meski begitu, kini keduanya telah resmi menikah dan menjadi pasangan yang tak biasa.

Ketika berpacaran, Tolochko sering membagikan potret romantisnya bersama Margo, seperti liburan hingga mandi busa dengan hastag #ideal_relationship #true_love dan #happy_wife_happy_life.

Binaragawan

Dalam salah satu postingan mereka yang terlihat sedang berolahraga bersama. Tolochko menuliskan kalimat romantis tentang hubungan asmaranya yang tidak biasa.

“Pasangan perlu lebih sedikit berbicara dan lebih banyak terhubung dengan waktu dan pengalaman. Margo dan saya menyadari bahwa dibutuhkan lebih dari sekedar kata-kata untuk melakukan percakapan," ungkapnya.

"Pasangan Anda memang pantas mendapatkan yang terbaik, tetapi mereka harus melakukan bagiannya," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini