Melisha Sidabutar Meninggal Akibat Pembengkakan Jantung, Kenali Pemicunya

Hantoro, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 481 2324596 melisha-sidabutar-meninggal-akibat-pembengkakan-jantung-kenali-pemicunya-CERCJuitG9.jpg Melisha Sidabutar. (Foto: Instagram Melisha Sidabutar)

KONTESTAN Indonesian Idol Special Season 2020, Melisha Sidabutar, meninggal dunia pada Selasa 8 Desember kemarin. Ia meninggal akibat mengalami pembengkakan jantung. Demikian dilaporkan kerabatnya, Ellysia Belinda.

Ia mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, Melisha Sidabutar mengalami lemas pada tubuhnya. Pihak keluarga sempat hendak membawanya ke rumah sakit, tapi Melisha menolak karena takut adanya wabah covid-19.

Baca juga: Melisha Sidabutar Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya 

"Mamanya cerita, mau dibawa ke RS dari kemarin, cuma Melisha bilang enggak usah, takut covid. Akhirnya hari ini bener-bener lemes dan terjadilah kejadian singkat ini," ungkap Ellysia melalui unggahan Instagram Stories-nya, seperti Okezone kutip, Rabu (9/12/2020).

Melisha Sidabutar

Ia menyebutkan bahwa Melisha akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit untuk menjalani CPR. Sayangnya, Melisha tidak tertolong dan dokter sudah menyatakan bahwa dia telah wafat sejak pukul 17.00 kemarin.

"Dari siang sudah dibawa ke RS THB, ke RS Citra juga, tapi di Citra enggak ada alat CPR itu loh yang buat kagetin detak jantung. Kezel gue. Sudah coba kasih saran buat dibawa ke mitra, cuma kata bapak-bapak udah 3 jam berlalu. Dari jam 5 tadi sudah ada surat keterangan dari dokter telah tiada," ceritanya.

Baca juga: Potret Melisha Sidabutar, Kontestan Indonesian Idol 2021 yang Meninggal Dunia 

Lalu apa sebanarnya pemicu atau penyebab pembengkakan jantung seperti dialami Melisha Sidabutar dan bagaimana mencegahnya?

Dikutip dari Healthline, pembengkakan jantung (kardiomegali) berarti jantung Anda lebih besar dari biasanya. Jantung Anda bisa membesar jika otot bekerja sangat keras sehingga menebal, atau jika bilik melebar.

Jantung yang membesar bukanlah penyakit. Ini adalah gejala kelainan atau kondisi jantung yang membuat jantung bekerja lebih keras, seperti kardiomiopati, masalah katup jantung, atau tekanan darah tinggi.

Jantung yang membesar tidak dapat memompa darah seefisien jantung yang tidak membesar. Ini dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke dan gagal jantung.

Apa Gejalanya?

Terkadang jantung yang membesar tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala yang muncul dapat meliputi:

- Sesak napas

- Irama jantung yang tidak teratur (aritmia)

- Bengkak di kaki dan pergelangan kaki yang disebabkan penumpukan cairan (edema)

- Kelelahan

- Pusing

- Nyeri dada

- Kesulitan mengatur napas

- Nyeri di lengan, punggung, leher, atau rahang

- Pingsan

Baca juga: Kronologi Melisha Sidabutar Idol Sebelum Mengembuskan Napas Terakhir 

Pemicu Pembengkakan Jatung

Jantung bisa membesar karena kondisi bawaan sejak lahir atau masalah jantung yang berkembang seiring waktu. Penyakit apa pun yang membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh dapat menyebabkan jantung membesar.

Sama seperti otot lengan dan kaki menjadi lebih besar saat melatihnya, jantung menjadi lebih besar saat Anda melatihnya.

Penyebab paling umum dari jantung yang membesar adalah penyakit jantung iskemik dan tekanan darah tinggi. Penyakit jantung iskemik terjadi ketika arteri menyempit yang disebabkan timbunan lemak yang menumpuk di arteri, mencegah darah masuk ke jantung.

Cara Mencegahnya

Perubahan gaya hidup dapat mencegah pembengkakan jantung, di antaranya:

1. Olahraga

Berolahragalah hampir setiap hari dalam seminggu. Tanyakan kepada dokter jenis latihan apa yang paling aman untuk Anda.

2. Berhenti merokok

Metode seperti produk dan terapi pengganti nikotin dapat membantu Anda berhenti dari kebiasaan buruk merokok.

3. Turunkan berat badan

Menurunkan berat badan, terutama jika Anda kelebihan berat badan, dapat membantu mencegah pembengkakan jantung.

4. Batasi makanan

Batasi mengonsumsi garam, kolesterol, dan lemak jenuh dalam makanan Anda.

5. Hindari zat berbahaya

Hindari minuman beralkohol, kafein, dan obat-obatan terlarang.

6. Relaksasi

Praktikkan teknik relaksasi untuk mengurangi stres yang bisa menyebab pembengkakan jantung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini