Share

Sebabkan Komplikasi, Pasien Covid-19 Berisiko Alami Disfungsi Ereksi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 481 2325060 sebabkan-komplikasi-pasien-covid-19-berisiko-alami-disfungsi-ereksi-I27XtV3ifI.jpg Pasien Covid-19 bisa berisiko disfungsi ereksi (Foto : Yahoo)

Umumnya, gejala Covid-19 yang diketahui masyarakat adalah demam, sesak napas, kelelahan, dan hilangnya penciuman atau rasa. Tetapi dampak yang juga bisa menjadi gejala Covid-19 tidak berhenti sampai di situ.

Pada 4 Desember lalu, pakar penyakit menular Dena Grayson, MD, mengatakan kepada stasiun TV Chicago NBCLX bahwa salah satu komplikasi Covid-19 adalah disfungsi ereksi (DE).

"Kami sekarang tahu bahwa orang dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang dari virus corona ini, komplikasi neurologis, dan sekarang, bagi pria, dapat memiliki masalah jangka panjang disfungsi ereksi akibat virus ini. Karena kita tahu hal itu menyebabkan masalah pada pembuluh darah," jelas Dokter Grayson seperti dilansir Health pada Kamis (10/12/2020).

Disfungsi Ereksi

Baca Juga : Ustadz Yusuf Mansur Positif Covid-19, Tommy Kurniawan hingga Ridwan Kamil Mendoakan Cepat Sembuh

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara virus corona dan DE. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinological Investigation pada Juli meneliti efek Covid-19 pada kesehatan seksual dan reproduksi pria dan menemukan korelasi antara penyintas virus corona dan DE.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa DE adalah penanda biologis yang sempurna untuk kesehatan fisik dan psikologis secara umum," kata penulis studi Emmanuele A. Jannini, MD, profesor endokrinologi dan seksologi medis di departemen sistem kedokteran di Universitas Roma Tor Vergata.

Apa kaitan Covid-19 dan disfungsi ereksi?

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para ahli sepakat bahwa berbagai faktor dapat menyebabkan potensi timbulnya DE setelah terjangkit Covid-19. Salah satu faktornya adalah efek peradangan.

"Pada banyak orang, kerusakan tubuh yang terjadi akibat Covid-19 bukan dari virus itu sendiri, tetapi dari respons tubuh terhadap virus yang memicu keadaan hiperinflamasi," kata Mike Bohl, MD, MPH , dari klinik kesehatan pria digital Roman.

Hiperinflamasi dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil serta pembengkakan endotel, lapisan pembuluh darah. Disfungsi endotel ini, ditambah dengan adanya gumpalan darah, pada akhirnya mengganggu aliran darah yang paling penting dalam hal ereksi.

Serangan Jantung

Covid-19 juga dapat memperburuk kondisi jantung yang sudah ada, seperti radang jantung atau detak jantung tidak teratur. Plus, banyak obat yang digunakan untuk mengobati kondisi jantung seperti beta-blocker, dapat menyebabkan disfungsi ereksi sebagai efek samping.

"Jadi ada dua hal yang berpotensi terjadi, yakni Covid-19 dan molekul inflamasi yang merusak pembuluh darah, dan obat-obatan yang menyebabkan efek samping," kata Dr. Bohl.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini