Banyak Makan Telur dalam Sehari Tingkatkan Risiko Diabetes, Benarkah?

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 481 2325100 banyak-makan-telur-dalam-sehari-tingkatkan-risiko-diabetes-benarkah-Ql7zpqqSKT.jpg Ilustrasi telur. (Foto: Freepik)

TELUR merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan, dan susu. Telur yang dimakan berasal dari jenis-jenis burung seperti angsa, ayam, atau bebek. Tapi, telur-telur yang lebih kecil seperti dari ikan juga sering digunakan sebagai campuran hidangan.

Telur dinilai sebagai makanan yang sehat, namun sebuah penelitian menemukan orang yang rutin mengonsumsi satu atau lebih telur per hari (setara dengan 50 gram) meningkatkan risiko diabetes hingga 60 persen.

Baca juga: 6 Cara Alami Cegah Diabetes, Minum Air Putih hingga Konsumsi Makanan Berserat 

Penelitian dari para ahli di University of South Australia yang dilakukan bersama China Medical University dan Qatar University ini adalah konsumsi telur akses pertama pada sebagian besar orang dewasa di China.

Ahli epidemiologi dan kesehatan masyarakat, Dr Ming Li dari UniSA mengatakan meningkatnya diabetes adalah kekhawatiran yang berkembang, terutama di China. Di mana perubahan pada pola makan tradisional China berdampak pada kesehatan.

Diabetes

"Diet adalah faktor yang diketahui dan dapat dimodifikasi yang berkontribusi pada timbulnya diabetes tipe 2, jadi memahami berbagai faktor makanan yang mungkin memengaruhi peningkatan prevalensi penyakit itu penting," ungkap Dr Li, seperti dikutip dari Express, Kamis (10/12/2020).

"Selama beberapa dekade terakhir, China telah mengalami transisi nutrisi yang substansial yang membuat banyak orang beralih dari pola makan tradisional yang terdiri dari biji-bijian dan sayuran, ke pola makan yang lebih diproses yang mencakup lebih banyak daging, camilan, dan makanan padat energi," jelasnya.

Baca juga: Waspada, Diabetes Komorbid yang Picu Kematian Pasien Covid-19 

Di saat yang sama, konsumsi telur juga terus meningkat. Sejak 1991 hingga 2009, jumlah orang yang makan telur di China hampir dua kali lipat.

Sementara hubungan antara makan telur dan diabetes sering diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan menilai konsumsi telur jangka panjang dan risiko terkena diabetes yang ditentukan oleh glukosa darah puasa.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa konsumsi telur jangka panjang yang lebih tinggi (lebih dari 38 gram per hari) meningkatkan risiko diabetes di antara orang dewasa China sekira 25 persen," terangnya.

"Lebih lanjut, orang dewasa yang rutin makan banyak telur (lebih dari 50 gram atau setara satu telur per hari) memiliki peningkatan risiko diabetes hingga 60 persen," sambungnya.

Efek juga ditemukan lebih jelas pada wanita daripada pria. Dr Li menyebutkan bahwa sementara hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi telur yang lebih tinggi secara positif terkait dengan risiko diabetes pada orang dewasa China, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengeksplorasi hubungan sebab akibat.

"Untuk mengalahkan diabetes, diperlukan pendekatan multisegi yang tidak hanya mencakup penelitian, tetapi juga seperangkat pedoman yang jelas untuk membantu menginformasikan dan membimbing publik. Studi ini adalah satu langkah menuju tujuan jangka panjang itu," ucapnya.

Baca juga: Kebiasaan Menatap Layar Gadget di Malam Hari Tingkatkan Risiko Diabetes 

Telur rebus. (Foto: Oneuponchef)

Sementara penelitian tersebut menyarankan konsumsi telur yang berlebihan harus dihindari, tapi telur tidak boleh sepenuhnya dihilangkan dari makanan seseorang. Telur merupakan sumber protein, vitamin D, vitamin A, vitamin B2, vitamin B12, folat, dan yodium.

Menurut NHS, tidak ada batasan yang direkomendasikan tentang berapa banyak telur yang harus dimakan seseorang.

Telur bisa dinikmati sebagai bagian dari diet yang sehat dan seimbang, tetapi yang terbaik adalah memasaknya tanpa menambahkan garam atau lemak. Contohnya direbus, tanpa ditambah garam dan dimasak tanpa mentega, kemudian menggunakan susu rendah lemak sebagai pengganti krim. Sedangkan menggoreng telur bisa meningkatkan kandungan lemaknya sekira 50 persen.

Baca juga: Ada 1,1 Juta Anak Indonesia Mengidap Diabetes Melitus 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini