Cukai Rokok Naik, Simak Ini Berbagai Bahaya Merokok!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 481 2325221 cukai-rokok-naik-simak-ini-berbagai-bahaya-merokok-Oov66l7VuK.jpg Bahaya merokok (Foto: The Classy Woman)

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akhirnya menetapkan kenaikan cukai rokok 2021. Cukai rokok naik 12,5%. Tentu ini jadi kabar buruk bagi perokok sebab harga rokok bisa naik.

Namun cukai rokok memang perlu naik agar masyarakat bisa meninggalkan kebiasaan merokok yang disebut tak berhenti meski di tengah pandemi.

 merokok

Selama ini kebiasaan merokok masih menjadi masalah yang dihadapi masyarakat dunia. Padahal kebiasaan merokok sangat buruk bagi kesehatan.

Dampak merokok yang mengerikan di antaranya timbulnya berbagai macam penyakit kronik yang biasa disebut dengan komorbid.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Departemen Pulmonologi, Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K), FISR, FAPSR mengatakan, penyakit komorbid yang dialami oleh sebagian besar perokok akan membuat seseorang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19.

“Risiko Covid-19 derajat berat dan kematian juga meningkat pada pasien komorbid terutama kardiovaskuler dan respirasi. Bukan hanya itu seorang dengan penyakit komorbid juga berpotensi mengalami infeksi yang lebih berat bahkan risiko kematian,” tutur dr. Agus belum lama ini.

Dokter Agus menyebut beberapa penyakit komorbid akibat rokok yang paling sering dialami masyarakat di antaranya, gagal jantung, hipertensi, jantung koroner, PPOK, asma, diabetes, gagal ginjal, kanker serta stroke.

“Merokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit paru kronik. Kondisi ini menyebabkan gangguan oksigenasi tubuh. Infeksi paru lebih mudah terjadi akibat kondisi penyakit paru kronik termasuk infeksi Covid-19,” lanjutnya.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Model Azka Aurada Ungkap Berjuang Lawan Sakit

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Rumah Sakit Persahabatan, penyakit komorbidi tertinggi yang dialami masyarakat Indonesia adalah hipertensi, diabetes mellitus, masalah kardiovaskular, dan geriatri.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini