Heboh Bunga Citra Lestari Tes Swab Sendiri, Amankah? Ini Kata Penelitian

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 481 2325279 heboh-bunga-citra-lestari-tes-swab-sendiri-amankah-ini-kata-penelitian-N8s4oQ2lpt.jpg Bunga Citra Lestari bersama Vidi Aldiano (Foto : Instagram/@dearbuna_)

Penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) belum lama ini menghebohkan netizen lantaran melakukan tes swab sendiri pada teman-temannya. Itu merupakan suatu Standar Operasional Prosedur (SOP) BCL untuk orang-orang yang ingin bertemu dengannya.

Melalui Instagram Story-nya beberapa waktu lalu, tampak istri mendiang Ashraf Sinclair ini mencolok hidung Nino ‘RAN’ dan Vidi Aldiano bergantian dengan alat tes swab.

“Tukang swab paling ngasal sedunia,” tulis Nino RAN di Instagramnya, beberapa waktu lalu.

Vidi Aldiano

Dalam unggahan itu, tampak BCL hanya mengenakan masker ketika melakukan tes swab pada teman-temannya. Selain BCL, artis Edric Tjandra juga pernah mengunggah fotonya tengah melakukan tes swab sendiri.

Baca Juga : Bunga Citra Lestari Lakukan Tes Swab Sendiri, Ini Tata Caranya yang Aman

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan netizen, apakah melakukan tes swab sendiri ini aman?

Melansir dari penelitian kecil yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Stanford pada Juni 2020, tes swab untuk pengujian Covid-19 yang dilakukan sendiri itu sama akuratnya dengan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

Profesor Pediatrik Amerika dan Penelitian dan Kebijakan Kesehatan di Universitas Stanford Yvonne Maldonado mengatakan, banyak keuntungan bila mengizinkan orang yang mencurigai mereka mengidap Covid-19 mengumpulkan sampel mereka sendiri.

Tes Swab

Pasalnya, mereka yang menggunakan kit dan melakukan tes secara mandiri, tidak perlu melakukan perjalanan ke lokasi penyedia tes swab. Hal ini bisa meminimalisir risiko penularan ke petugas kesehatan dan orang lain yang berinteraksi dengan mereka.

“Prosedur pengumpulan sampel dapat dilakukan dengan aman dan mudah oleh pasien di mobil atau di rumah mereka sendiri,” jelas Yvonne seperti dikutip dari website Universitas Stanford, Kamis (10/12/2020).

Menurut penelitian yang melibatkan 30 orang itu, tindakan tersebut dapat mengurangi paparan ke petugas kesehatan dan juga memungkinkan lebih banyak orang untuk dites.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini