Penelitian Ungkap Orang yang Kurang Tidur Sangat Rentan Alami Kecemasan

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 481 2325494 penelitian-ungkap-orang-yang-kurang-tidur-sangat-rentan-alami-kecemasan-xoDwnB7XzL.jpg Ilustrasi cemas akibat kurang tidur. (Foto: Jcomp/Freepik)

KURANG tidur ternyata bisa menimbulkan efek buruk untuk tubuh manusia. Terungkap bahwa orang yang kurang tidur sangat rentan mengalami kecemasan. Hal ini sebagaimana hasil penelitian yang sudah diterbitkan di Biological Psychiatry: Cognitive Neuroscience and Neuroimaging oleh Elsevier.

"Studi ini memberi kita wawasan baru tentang bagaimana kurang tidur mempengaruhi fungsi otak untuk mengganggu kepunahan rasa takut," jelas Cameron Carter MD, Editor Biological Psychiatry: Cognitive Neuroscience and Neuroimaging, seperti dikutip dari Times Now News, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Remaja Kurang Tidur Rentan Mengalami Depresi 

Penelitian yang dipimpin Anne Germain PhD dari University of Pittsburgh dan Edward Pace-Schott PhD dari Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital mempelajari 150 orang dewasa yang sehat di laboratorium tidur.

Sepertiga subjek mendapat tidur normal, sepertiga dibatasi tidurnya jadi hanya tidur pada paruh pertama malam, lalu sepertiga lainnya kurang tidur sehingga tidak tidur sama sekali. Di pagi hari, semua subjek mengalami kondisi rasa takut.

Ilustrasi tidur. (Foto: Freepik)

"Tim kami menggunakan model eksperimental tiga fase untuk memperoleh dan mengatasi kenangan menakutkan saat otak mereka dipindai menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional," ungkap Dr Pace-Schott.

Pencitraan otak yang direkam selama tugas menunjukkan aktivasi di area otak yang terkait dengan regulasi emosional, seperti korteks prefrontal, pada orang yang mendapatkan tidur normal. Tetapi aktivitas otak terlihat sangat berbeda pada orang dengan tidur terbatas.

Baca juga: Apa Itu Toxic Positivity? 

"Kami menemukan bahwa di antara tiga kelompok, mereka yang hanya tidur setengah malam menunjukkan aktivitas paling banyak di wilayah otak yang terkait dengan rasa takut dan paling sedikit aktivitas di area yang terkait dengan pengendalian emosi," ungkap Dr Pace-Schott.

Anehnya, orang yang tidak tidur kekurangan aktivasi otak di area yang berhubungan dengan rasa takut selama pengondisian rasa takut dan kepunahan. Selama ingatan kepunahan 12 jam kemudian, aktivitas otak mereka tampak lebih mirip dengan mereka yang tidur normal, menunjukkan bahwa tidur malam yang terbatas lebih buruk daripada tidak sama sekali.

Para peneliti menyimpulkan bahwa tidur hanya setengah malam mengakibatkan hilangnya gerakan mata cepat (REM) tidur yang telah terbukti penting untuk konsolidasi memori dan biasanya terjadi menjelang akhir periode tidur normal.

Baca juga: Kenali Gangguan Kecemasan Umum yang Lebih Sering Dialami Wanita 

"Penelitian menggunakan pencitraan otak non-invasif untuk memberi kita jendela baru tentang bagaimana kurang tidur mengganggu mekanisme kepunahan rasa takut normal dan berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap gejala stres pasca trauma," tambah Dr Carter.

Menurut Dr Pace-Schott, pekerja medis dan tentara seringkali membatasi atau mengganggu tidur daripada tidak tidur sepanjang malam.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Rasa Cemas yang Berlebihan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini