Mengenal Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Serang Lansia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 12 Desember 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 12 481 2326392 mengenal-delirium-gejala-baru-covid-19-yang-serang-lansia-Ye00FjOv6W.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DELIRIUM menjadi salah satu sindrom yang dikaitkan dengan gejala virus corona Covid-19. Delirium adalah suatu sindrom neuropsikiatri yang dicirikan dengan akut onset atau defisit perhatian. Jadi perhatian yang berkurang secara akut atau cepat.

Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’i, mengatakan delirium bukanlah hal yang baru. Meski demikian, ia membenarkan bahwa delirium adalah gejala dari Covid-19 yang pada umumnya menyerang lanjut usia (lansia). Ia juga menjelaskan penyebab seseorang bisa terkena delirium. 

“Usia tua, demensia, low educatian level, high komorbid (riwayat penyakit penyerta), punya fail atau kerapuhan, masalah pendengaran, depresi, menggunakan alkohol, nutrisi buruk, menggunakan obat-obatan seperti opioid, atau memiliki histori delirium sebelumnya,” terang dr. Fajri saat dihubungi Okezone.

Selain dari dalam diri sendiri, dr. Fajri juga menjelaskan penyebab eksternal atau lingkungan sekitar yang menyebabkan seseorang mengalami delirium. Beberapa di antaranya:

Level rumah sakit

Penyebabnya bisa karena stress operasi, habis operasi jantung, operasi abdomen, operasi aorta, operasi tulang, dan operasi emergency lain juga bisa.

Level Intensif Care (ICU)

Bisa karena penyakitnya berat, sepsis (infeksi yang meluas), Covid-19 juga bisa, angkanya malah lebih besar. Penyebab lainnya bisa juga karena terlalu lama memakai ventilator, lebih dari 96 jam atau 4 hari. 

Pada kondisi umum

Infeksi akut, kekurangan cairan, dehidrasi, gagal ginjal akut, gangguan hati, akibat konsumsi alkohol, dan kejang.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini