Cegah Kebutaan Akibat Diabetes, Ikuti Langkah Ini

Antara, Jurnalis · Senin 14 Desember 2020 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 13 481 2326960 cegah-kebutaan-akibat-diabetes-ikuti-langkah-ini-FEJdStF1ud.jpg Ilustrasi mengalami kebutaan akibat diabetes. (Foto: Worldofbuzz)

KEBUTAAN akibat diabetes ternyata bisa dicegah. Hal ini tentunya bisa dilakukan dengan melakukan pendeteksian sejak dini, salah satunya melalui skrining mata.

Komplikasi akibat diabetes yang bisa memengaruhi penglihatan hingga menyebabkan kebutaan dikenal sebagai retinopati diabetik. Ini menjadi salah satu komplikasi yang paling ditakuti.

Baca juga: Banyak Makan Telur dalam Sehari Tingkatkan Risiko Diabetes, Benarkah? 

"Ada 10 juta penderita diabetes di Indonesia. Salah satu komplikasi yang ditakutkan adalah kebutaan, dan umumnya tidak bisa pulih. Tetapi (kebutaan ini) bisa dicegah apabila dideteksi dini," ungkap Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dr Muhammad Sidik, seperti dikutip dari Antara.

Sementara dokter spesialis dari Perdami, Arief S Kartasasmita, mengatakan ketika seseorang terdiagnosis diabetes, maka perlu segera berkonsultasi ke dokter mata, tergantung tipe penyakitnya.

Pada pasien diabetes tipe-1, tes pertama bisa dilakukan 3 sampai 5 tahun setelah terdiagnosis dan kembali menjalani tes setiap tahun. Sementara pada penyandang diabetes tipe-2 disarankan segera melakukan tes setelah terdiagnosis dan kembali melakukannya setiap tahun.

Ia mengatakan, pemeriksaan bisa dilakukan menggunakan ophthalmoskop oleh dokter umum sebagai langkah deteksi pada fase awal. Selain pemeriksaan mata, pencegahan retinopati diabetik juga bisa melalui pola makan sehat dan beraktivitas rutin minimal 150 menit berjalan setiap minggu, memeriksa kadar gula darah beberapa kali dalam sehari dan memastikan kadar gula darahnya terkontrol.

Baca juga: 6 Cara Alami Cegah Diabetes, Minum Air Putih hingga Konsumsi Makanan Berserat 

Makin lama pasien menyandang diabetes, maka makin besar peluangnya terkena retinopati diabetik. Namun jika menjaga kadar gula darahnya terkontrol, risiko terkena retinopati diabetik semakin rendah.

"Penyebab (retinopati diabetik) dari sisi durasi diabetes biasanya di atas 10 tahun tergantung tipe, kontrol gula darah yang buruk, kolesterol, hipertensi dan (pasien diabetes) tidak mau berobat," jelasnya.

Jika sudah telanjur terjadi retinopati diabetes, pasien bisa menjalani terapi antara lain laser, obat anti-VEGF untuk menyembuhkan gejala hingga pembedahan untuk mencegah kebutaan.

Perjalanan Penyakit dan Gejala

Pada penyandang diabetes, kadar gula darah yang berlebihan seiring waktu dapat menyumbat pembuluh darah kecil yang menuju retina, sehingga menghentikan suplai darah ke salah satu bagian mata yang penting itu.

Akibatnya, mata coba menumbuhkan pembuluh darah baru. Tapi pembuluh darah baru ini tidak berkembang dengan baik dan mudah bocor. Serat saraf di retina mungkin mulai membengkak hingga terjadi kerusakan saraf yang menyebabkan glaukoma.

Baca juga: Waspada, Diabetes Komorbid yang Picu Kematian Pasien Covid-19 

Dari sisi gejala, tutur dr Arief, pada tahap awal biasanya pasien tidak merasakan apa-apa. Namun seiring berkembangnya penyakit, pasien bisa merasa seperti ada bintik-bintik gelap dalam pandangan, penglihatan kabur, sulit melihat warna, ada area gelap atau kosong dalam penglihatan hingga kehilangan penglihatan pada kedua mata.

"Retinopati diabetik kalau tidak diobati bisa sebabkan kebutaan permanen," terangnya.

Laman WebMD mencatat penyandang diabetes tipe-1 jarang mengembangkan kondisi ini sebelum pubertas. Sementara pada orang dewasa, retinopati diabetik dialami mereka yang terkena diabetes tipe-1 setidaknya selama 5 tahun.

Khusus mereka yang terkena diabetes tipe-2, biasanya mengalami tanda-tanda masalah mata saat terdiagnosis diabetes.

Baca juga: Bau Urin Tak Sedap Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2 

Ilustrasi diabetes

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini