5 Cara Sederhana Kontrol Tekanan Darah Tanpa Obat-obatan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 481 2328323 5-cara-sederhana-kontrol-tekanan-darah-tanpa-obat-obatan-klPreIDpt6.jpg Ilustrasi cek tekanan darah. (Foto: Geraldoswald62/Pixabay)

JIKA Anda didiagnosis memiliki tekanan darah tinggi, pasti akan melakukan sejumlah cara untuk menurunkannya. Bisa dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat atau mengonsumsi obat-obatan.

Gaya hidup memberikan peran penting dalam mengobati tekanan darah tinggi. Jika Anda berhasil mengontrol tekanan darah dengan gaya hidup sehat, mungkin saja jadi menghindari, menunda, atau bahkan mengurangi konsumsi obat-obatan.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengecek Tekanan Darah di Rumah? 

Maka itu, berikut lima perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah atau menjaganya tetap rendah, tanpa mengonsumsi obat-obatan, seperti dinukil dari Mayo Clinic.

1. Turunkan berat badan

Tekanan darah sering meningkat seiring bertambahnya berat badan. Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan saat Anda tidur (sleep apnea), dan selanjutnya meningkatkan tekanan darah.

Penurunan berat badan adalah salah satu perubahan gaya hidup paling efektif untuk mengontrol tekanan darah. Kehilangan sedikit saja berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas dapat membantu menurunkan tekanan darah. Secara umum, Anda dapat mengurangi tekanan darah sekira 1 milimeter merkuri (mm Hg) dengan setiap kilogram (sekira 2,2 pon) berat badan yang Anda turunkan.

Selain menurunkan berat badan, Anda juga harus memperhatikan lingkar pinggang. Membawa beban terlalu banyak di sekitar pinggang dapat membuat Anda berisiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi.

Cek tekanan darah. (Foto: Huffpost)

2. Berolahraga secara teratur

Aktivitas fisik yang teratur seperti latihan 150 menit seminggu atau sekira 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu dapat menurunkan tekanan darah 5 hingga 8 mm Hg, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Penting untuk tetap konsisten karena jika Anda berhenti berolahraga, tekanan darah bisa naik lagi.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, olahraga dapat membantu menghindari hipertensi. Jika Anda sudah menderita hipertensi, aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan tekanan darah Anda ke tingkat yang lebih aman.

Beberapa contoh latihan yang mungkin Anda coba untuk menurunkan tekanan darah antara lain jalan kaki, joging, bersepeda, atau berenang. Latihan kekuatan juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Usahakan untuk memasukkan latihan kekuatan setidaknya dua hari seminggu. Bicaralah dengan dokter tentang mengembangkan program olahraga.

Baca juga: Sakit Kepala karena Hipertensi? Bisa kalau Tekanan Darah Sudah di Atas 200 

3. Makan makanan sehat

Makan makanan yang kaya biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan produk susu rendah lemak serta mengurangi lemak jenuh dan kolesterol dapat menurunkan tekanan darah hingga 11 mm Hg jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Pola makan ini dikenal sebagai diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH).

Tidak mudah untuk mengganti kebiasaan makan Anda, tetapi dengan tips berikut ini, Anda dapat menerapkan pola makan yang sehat: Pantau apa yang Anda makan, seberapa banyak, kapan dan mengapa? Pertimbangkan untuk meningkatkan potasium. Kalium dapat mengurangi efek natrium pada tekanan darah.

Sumber potasium terbaik adalah makanan, seperti buah-buahan dan sayuran, bukan suplemen. Bicaralah dengan dokter tentang tingkat kalium yang terbaik untuk Anda.

4. Berhenti merokok

Setiap batang rokok yang diisap meningkatkan tekanan darah selama beberapa menit setelah Anda selesai. Berhenti merokok membantu tekanan darah Anda kembali normal.

Berhenti merokok dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Orang yang berhenti merokok mungkin hidup lebih lama daripada orang yang tidak pernah berhenti merokok.

Cek tekanan darah. (Foto: Healthline)

5. Pantau tekanan darah secara teratur

Pemantauan di rumah dapat membantu Anda mengawasi tekanan darah, memastikan perubahan gaya hidup berhasil, serta mengingatkan Anda dan dokter tentang potensi komplikasi kesehatan. Monitor tekanan darah tersedia secara luas dan tanpa resep. Bicaralah dengan dokter tentang pemantauan rumah sebelum Anda memulai.

Kunjungan rutin dengan dokter juga merupakan kunci untuk mengontrol tekanan darah Anda. Jika tekanan darah Anda terkontrol dengan baik, tanyakan kepada dokter tentang seberapa sering perlu memeriksanya. Dokter Anda mungkin menyarankan untuk memeriksanya setiap hari atau lebih jarang.

Jika Anda membuat perubahan dalam pengobatan atau perawatan lain, dokter mungkin menyarankan untuk memeriksa tekanan darah mulai dua minggu setelah perubahan pengobatan dan seminggu sebelum janji temu berikutnya.

Baca juga: 5 Cara Turunkan Tekanan Darah Tinggi yang Bisa Sebabkan Stroke 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini