Mengenal Serba-Serbi Skin Burnout

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 611 2328160 mengenal-serba-serbi-skin-burnout-XA821ki3Dm.jpg Burnout (Foto: Yahoo)

Burnout atau kelelahan jadi kata yang begitu familiar di tahun 2020, karena situasi pandemi Covid-19. Sejauh ini burnout lebih dikenal terkait pada kondisi keadaan kesehatan fisik atau mental seseorang karena pekerjaan.

Namun, jangan salah! Burnout juga bisa dialami oleh kulit. Kulit disebutkan juga dapat mengalami kelelahan dengan cara yang sama seperti bagian tubuh lainnya saat kita merasah kewalahan atau kelelahan secara emosional.

Untuk mengenal lebih jauh seputar skin burnout, berikut paparan singkat dari Dokter Kulit dan Kosmetik Dr. Kaveri Karhade dan Ahli Facial Joanna Vargas, seperti diwarta Yahoo, Selasa (15/12/2020).

kulit juga bisa mengalami burnout

1. Apa itu skin burnout

Joanna menyebutkan ini adalah kondisi saat kulit manusia tengah sangat sensitif, kusam dan kering.

2. Tanda skin burnout

Tanda-tandanya bisa kemerahan, iritasi, kulit menjadi sangat reaktif, bahkan bisa juga terlihat kusam. Dr. Kaveri mencatat kondisi ini bisa jadi karena campuran produk tertentu, contohnya penggunaan retinoid, AHA / BHA, dan topikal kuat lainnya yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan kekeringan, iritasi, dan kemerahan.

3. Penyebab skin burnout

Dr. Kaveri menyebutkan, penyebab utama terjadinya skin burnout adalah karena terlalu sering terpapar polusi, sinar UV, penggunaan berlebihan dari topikal yang keras seperti retinoidm eksfoliasi berlebihan dengan scrub, penggunaan sikat atau alat wajah yang berlebihan, dan tingkat sensitivitas terhadap produk-produk perawatan kulit.

 Sementara menurut Joannya, bahkan cuaca dingin pun bisa jadi penyebab mengapa kulit mengalami burnout. Cuaca yang dingin bisa jadi kondisi sulit bagi kulit, kurangnya kelembapan di lingkungan dan perubahan iklim dapat membuat kulit gatal, bersisik, dan reaktif.

 Baca juga: Cara Cegah Tulang Punggung Rusak, Penyakit yang Diidap Deddy Corbuzier

4. Cara mengatasi

Sebagai solusi, sebagai facialist biasanya Joanna akan mengaplikasikan cahaya LED dalam ritual facial yang berfungsi untuk mengurangi inflamasi dan meningkatkan produksi kolagen pada kulit. Selain itu, ia menyarankan untuk tidak terlalu banyak melakukan step ritual kecantikan, 10 hingga 12 step misalnya.

Justru, saat burnout kulit dianjutkan hanya dipakaikan sedikit saja produk perawatan dan yang jenis simpel. Contohnya bisa serum berbasis oil yang menenangkan di malam dan siang hari. Bisa juga dengan memakai minyak vitamin C.

Senada dengan Joanna, sebagai solusi Dr. Kaveri menyarankan untuk tak menggunakan banyak produk perawatan karena kulit butuh waktu untuk beristirahat. Mengingat terkadang breakouts, kemerahan dan kulir kering terkelupas kemungkinan akibat iritasi dari terlalu banyak produk atau prosedur yang diaplikasikan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini