4 Gejala Migrain yang Perlu Kamu Ketahui, Segera Antisipasi

Sausan Sudarjat, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 481 2328761 4-gejala-migrain-yang-perlu-kamu-ketahui-segera-antisipasi-vBxuxoivd1.jpg Ilustrasi migrain. (Foto: Wayhomestudio/Freepik)

MIGRAIN adalah salah satu penyakit yang banyak diderita orang. Tapi ternyata masih ada yang sulit membedakan dirinya terkena sakit kepala biasa atau migrain. Pasalnya, tidak semua sakit kepala dapat disebut migrain.

Salah satu perbedaan mencolok dari migrain dengan sakit kepala lainnya adalah membuat penderitanya sangat kesakitan hingga tidak bisa beraktivitas. Lalu kepala seolah berputar.

Baca juga: 8 Cara Mudah Atasi Migrain dengan Pengobatan Rumahan 

"Jika Anda mengalami sakit kepala yang melumpuhkan, kemungkinan itu adalah migrain," kata Mark W Green MD, profesor neurologi, anestesiologi, dan pengobatan rehabilitasi serta direktur kedokteran sakit kepala dan nyeri di Fakultas Kedokteran Icahn di Mount Sinai di New York, Amerika Serikat.

Migrain sendiri pada dasarnya adalah sakit kepala yang disertai rasa mual, juga kepekaan terhadap cahaya dan suara.

Migrain menyebabkan sakit kepala yang berdenyut di area tertentu. Selain karena stres, makanan dan minuman bisa jadi pemicu migrain.

Berikut ini tanda dan gejala yang perlu diketahui ketika mengalami migrain supaya dapat pengobatan dan pencegarahan sesegera mungkin, seperti dikutip dari Everydayhealth.

Ilustrasi migrain

1. Prodrome (gejala awal)

Prodrome atau gejala awal dari migrain seperti kelelahan, perubahan mood, haus, mengidam manis terutama cokelat, sering buang air kecil, sering menguap, tangan dan kaki dingin. "Ini bisa terjadi sehari penuh sebelum migrain menyerang Anda," kata Dr Green.

2. Aura

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gejala ini biasanya terjadi pada sepertiga orang yang mengalami migrain. Biasanya berlangsung beberapa menit sebelum sakit kepala.

Beberapa gejala pada tahap ini adalah mata seperti melihat kilatan cahaya, tidak dapat melihat secara jelas, kesemutan di lengan atau wajah, dan kesulitan berbicara.

Menurut NIH, tahap aura biasanya berlangsung tidak lebih dari satu jam dan tak selalu disertai sakit kepala.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Sakit Kepala Belakang Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini 

3. Sakit kepala

Menurut The Migraine, sakit kepala hebat bisa berlangsung selama 72 jam. Kepala terasa tertekan dan tegang. Rasa sakit bisa mulai dan berhenti di salah satu sisi kepala Anda. Namun, bisa pula melalui dahi sehingga menyebabkan sakit di kedua sisi kepala. Pada tahap ini biasanya akan merasa mual, sensitif terhadap cahaya, dan suara keras.

4. Postdrome

Pada tahap postdrome, sakit kepala mulai mereda. "Anda mungkin merasa seperti telah dipukuli," ucap Dr Green.

Periksa ke Dokter

Gejala migrain pada setiap orang akan berbeda-beda. Jika Anda mengalami migrain, lebih baik segera periksa ke dokter.

"Dulu orang menyebut migrain sebagai 'sakit kepala’ dan hanya tinggal di rumah," kata Dr Green.

"Saat ini kami memiliki obat-obatan yang tidak hanya mengobati, tetapi juga dapat mencegah serangan berikutnya."

Baca juga: Tak Mau Migrain, Coba Konsumsi 4 Bahan Alami Ini Deh 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini