Riset: Gaya Kerja WFH Berubah Jadi Hybrid Working

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 612 2328770 riset-gaya-kerja-wfh-berubah-jadi-hybrid-working-o5deIm29wc.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PERUBAHAN gaya bekerja masyarakat sangat terlihat di masa pandemi Covid-19. Jika sebelumnya masyarakat full Work From Home (WFH), kini arahnya berubah hybrid working.

Karena memungkinkan, hybrid working membuat para pekerja kantoran tidak full WFH. Dalam sepekan biasanya mereka pergi ke kantor dua kali sampai tiga kali, lalu sisa harinya dijadwalkan WFH.

Peneliti Sosial dan Komunikasi Devie Rahmawati mengatakan, saat ini situasi tidak akan kembali seperti sebelum adanya pandemi. Karena masyarakat akan terus beradaptasi pada perubahan zaman dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

"Masyarakat telah menjadi pribadi yang adaptif di tengah ketidakpastian akan pandemi dengan beradaptasi pada perubahan melalui cara-cara baru untuk menjalani aktivitas kesehariannya, salah satunya hybrid working," ucapnya saat webinar, baru-baru ini.

Baca Juga: Panduan Protokol Belanja di Pasar Cegah Covid-19

 wfh

Meskipun melakukan hybrid working, ungkap Devie, produktivitas pekerja masih terjaga. Konsepnya sangat fleksibel dan membuat karyawan tak terlalu khawatir menghadapi era baru.

Devie menambahkan, fenomena di atas juga diperkuat dengan hasil penelitian terkini dari Cisco. Hasilnya menunjukkan bahwa meningkatnya cara bekerja hybrid berdampak pada operasional perusahaan.

Diprediksi 77% organisasi besar akan meningkatkan fleksibilitas kerja, sementara 53% organisasi besar akan memperkecil ukuran kantor. Kemudian sebesar 58% karyawan akan bekerja dari rumah selama 8 hari atau lebih setiap bulan pascapandemi Covid-19.

"Hal tersebut membuat para pekerja dihadapkan dengan penerapan hybrid working saat masyarakat mulai banyak melakukan berbagai aktivitas di luar rumah," tambahnya.

Baca Juga: 5 Potret Michelle Ziudith dengan Padu Padan Busana Kece

Senior Professional Service Consultant Lark Suryanto Lee menambahkan, hybrid working terbukti cocok dan efektif untuk mengatasi ketidakpastian terkait penularan virus corona. Meski demikian, tidak semua karyawan atau divisi tertentu bisa terus-menerus bekerja dari rumah.

"Kita hampir mengakhiri 2020. Lalu kita cari cara baru untuk 2021 kita melihat bahwa ada whislist tertentu setelah Covid-19, pekerjaan di rumah atau di kantor," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini