Jangan Gunakan Kekerasan saat Anak Sulit Belajar Online

Agustina Wulandari , Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 12 2329699 jangan-gunakan-kekerasan-saat-anak-sulit-belajar-online-qxqmmRQ9JV.jpg Foto : Dok.CIMB Niaga

Pandemi membuat sejumlah aktivitas berubah tak seperti biasa. Salah satunya adalah anak-anak sekolah yang harus belajar online dari rumah. Namun, permasalahan baru justru muncul akibat belajar online. Misalnya saja ketidaksabaran orangtua mendampingi anaknya saat jam pelajaran. Kesulitan mengendalikan emosi mengajari anak belajar, bisa menjadi salah satu masalah yang dihadapi orangtua.

Pembelajaran jarak jauh memang membutuhkan bimbingan dan bantuan orangtua di rumah, menjadi tugas ayah dan ibu untuk mendampingi anak belajar dari rumah. Yang utama adalah keteraturan belajar, tidak harus dituntut bisa semua mata pelajaran dan tugas untuk diselesaikan dengan benar atau sempurna.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak. Kekerasan saat mendampingi anak belajar, baik itu secara verbal maupun fisik, tak hanya bisa membuat anak kehilangan semangat untuk belajar. Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak dapat memengaruhi perkembangan regulasi emosi dan perilaku buruk anak di kemudian hari dan bisa menghambat motivasinya dalam #KejarMimpi.

Foto: Dok.Freepik

Seperti anak kehilangan kemampuan untuk menenangkan dirinya, menghindari kejadian-kejadian provokatif, dan stimulus yang memicu perasaan sedih dan marah, serta menahan diri dari sikap kasar yang didorong oleh emosi yang tidak terkendali. Sikap kasar dan ketidakmampuan mengendalikan emosi yang ditunjukkan oleh orangtua, jelas Retno, berpindah kepada anak melalui interaksi.

Hal ini terjadi karena anak cenderung mengimitasi sikap orangtua yang mereka lihat. Orang dewasa yang pernah mengalami hukuman fisik berupa kekerasan ketika masih anak-anak memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan kekerasan terhadap pasangan atau anaknya sendiri, dan atau melakukan tindakan kriminal. Retno tak menampik bahwa orang dewasa yang telah menderita perlakuan buruk atau pelecehan di masa kecil cenderung akan melakukan kekerasan tersebut pada anak-anak mereka sendiri.

Masalah keuangan juga dengan mudah dapat membuat orangtua merasa bahwa anak-anak mereka membebani mereka. Hal-hal ini menciptakan ketegangan, kemarahan, dan frustrasi. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang membutuhkan bimbingan dan bantuan orangtua di rumah, sehingga menjadi tugas ayah dan ibu untuk mendampingi anak belajar. Kesabaran orangtua, jelas dia, menjadi modal utama agar anak tetap semangat belajar, senang belajar, dan fokus #KejarMimpi. (CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini