Bunda, Cegah Anemia Anak dengan Perhatikan Asupan Zat Besinya Yuk

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 481 2329457 bunda-cegah-anemia-anak-dengan-perhatikan-asupan-zat-besinya-yuk-GQkO3oGNKu.jpg Anak makan sehat (Foto: Honey Kids Asia)

Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam mengentaskan anemia. Sebesar 50-60 persen masalah anemia disebabkan kekurangan zat besi. Anemia di Indonesia paling tinggi didominasi oleh ibu hamil dan anak kecil.

Spesialis Gizi dan Ketua Departemen Ilmu Gizi FK UI, dr Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK, mengatakan, masa kritis terjadinya anemia pada anak terjadi di usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Ia pun menjelaskan penyebab utama anemia pada anak.

“Kebutuhan zat besi dan gizi lainnya meningkat. Ini terjadi di 1.000 hari kehidupan. Mengapa? Karena saraf-saraf otak pada anak mulai terbentuk,” ujar dr. Nurul, dalam Webinar ‘Kekurangan Zat Besi sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju’, Kamis (17/12/2020).

daging

 Baca juga: Prewedding Vicky Prasetyo Jadi Gladiator Cinta, Siap Jaga Hati Kalina Oktarani

Anak kecil membutuhkan zat besi sebagai komponen pembentukan saraf (neuron). Jadi otomatis kebutuhan zat besinya juga akan meningkat. Selain itu anak-anak di usia 6 bulan hingga 3 tahun mengalami masa pertumbuhan yang cepat. Sayangnya masih banyak orangtua yang belum sadar sehingga tidak memberikan kebutuhan zat gizi yang cukup pada anak.

“Pemenuhan zat besi masih kurang, sebab kurang menyukai konsumsi hewani. Umumnya hal yang dikeluhkan orangtua yakni saat memberi makan anaknya daging hewani yang kaya zat besi, masih agak sulit karena rasanya kurang enak atau adanya serat pada daging kurang nyaman untuk dikunyah,” pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini