5 Tanda Anda Mengalami Depresi Situasional, Segera Diatasi Ya

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 481 2329643 5-tanda-anda-mengalami-depresi-situasional-segera-diatasi-ya-SIcdYmiMcb.jpg Ilustrasi depresi situasional. (Foto: Jcomp/Freepik)

TIDAK banyak orang yang tahu jika kata depresi bukan untuk menggambarkan kondisi bagi semua orang. Depresi bisa berlangsung lama dan berulang-ulang bagi banyak orang. Tapi bagi sebagian orang lain, bisa saja hanya muncul dalam keadaan tertentu dan dalam waktu yang singkat. Inilah yang disebut dengan situational depression atau depresi situasional.

Mengutip Huffingtonpost, Kamis (17/12/2020), psikolog berlisensi berbasis di New York Greg Kushnick menyebut depresi situasional adalah pengalaman depresi yang dipicu peristiwa traumatis atau perubahan dalam hidup seseorang. Misalnya kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, atau lingkungan kerja yang tidak stabil.

Baca juga: Kerap Tidak Disadari, 3 Keadaan Ini Ternyata Tanda-Tanda Depresi 

Hal tersebut biasanya dianggap sebagai reaksi normal terhadap perubahan besar dalam hidup atau trauma seseorang. Termasuk, reaksi depresif terhadap pandemi covid-19 saat ini.

Lalu apa saja tanda-tanda orang mengalami depresi situasional? Berikut paparan singkat lima tanda depresi situasional, seperti disebutkan para ahli.

Ilustrasi depresi situasional. (Foto: Jcomp/Freepik)

1. Mood berubah

Seperti depresi lainnya, depresi situasional juga melibatkan suasana hati yang tak bersemangat, sedih, bersalah atau putus asa. Di titik ini kemungkinan bisa mengalami lebih banyak kesulitan untuk merasakan kesenangan atau gembira daripada biasanya. Greg menyebutkan perubahan mood ini adalah tanda pertama yang harus disadari.

"Langkah pertama adalah menyadari adanya perubahan dalam kesehatan mental Anda. Jika tidak yakin, coba bertanya kepada seseorang yang mengenal diri kita dengan baik, apakah dia merasa dan melihat adanya perubahan mood ini pada diri kita," ungkap Greg.

2. Perilaku berubah

Tanda kedua adalah adanya perubahan perilaku. Perubahan ini termasuk perubahan soal makan, ritme tidur, emosi, dan sebagainya.

Sue Varma, asisten profesor klinis psikiatri di NYU Langone Medical Center, menyebutkan ini termasuk soal perubahan kebiasaan simpel sehari-hari contohnya makan.

"Bisa berubah menjadi binge eating (pesta makan, bertindak sembrono, atau bertingkah laku impulsif, atau merugikan diri sendiri)."

Baca juga: Ini Deretan Makanan yang Bisa Bantu Meredakan Depresi 

3. Gejala muncul di waktu tertentu

Menurut Sue, salah satu tanda lainnya ialah biasanya gejala muncul dalam beberapa bulan setelah momen tertentu, biasanya gejala emosi atau perilaku ini bisa dilihat dalam tiga bulan usai ada kejadian khusus terjadi dalam hidup kita. Situasi ini disebutkan karena mengalami respons emosional terhadap peristiwa traumatis atau perubahan hidup, dan tingkat reaksinya akan melebihi apa yang diharapkan sebagai respons kepada penyebab stres tersebut.

4. Otak susah berfungsi

Tanda keempat ini disebutkan oleh Steven Bartek, instruktur klinis psikiatri di Michigan Medicine. Ia mengatakan situasi otak jadi sulit berfungsi sebagaimana mestinya ini biasanya dipicu oleh faktor suasana hati. Suasana hati yang tidak baik, kecemasan tinggi bisa memengaruhi fungsi otak, sehingga tidak dapat fokus pada pekerjaan atau hubungan dengan orang lain.

5. Durasi gejalanya singkat

Berbeda dari bentuk depresi lain, depresi situasional biasanya terjadi dalam kurun waktu yang tak lama. "Depresi situasional punya durasi yang lebih pendek daripada bentuk depresi lainnya. Depresi situasional berakhir ketika kejadiannya berakhir, orang tersebut pulih atau seiring dengan berjalannya. waktu," kata Greg Kushnick.

Terapi dikatakan dapat membantu mengurangi level keparahan dan lamanya gejala depresi situasional.

Baca juga: 5 Tips Mengatasi Depresi yang Perlu Anda Ketahui 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini