6 Asupan Ini Ternyata Beri Dampak Buruk untuk Kulit, Apa Saja?

Sausan Sudarjat, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 481 2329946 6-asupan-ini-ternyata-beri-dampak-buruk-untuk-kulit-apa-saja-V95AFzQF5H.jpg Ilustrasi kulit. (Foto: Jcomp/Freepik)

SETIAP wanita pastinya menginginkan kulit yang indah dan sehat. Namun, ternyata ada beberapa asupan yang justru memberikan dampak buruk untuk kulit.

Dermatologi mengungkapkan ada beberapa asupan atau makanan yang menyebabkan timbulnya jerawat, pemicu rosacea, dan masalah kulit lainnya.

Baca juga: Khasiat Buah Arbei, Salah Satunya Tingkatkan Kekebalan Kulit saat Musim Panas 

Sementara mengonsumsi asupan atau makanan kaya antioksidan dan mengatur pola makan bisa membantu mencerahkan, mengencangkan, dan melembapkan kulit.

Berikut ini beberapa asupan yang menimbulkan masalah kulit dan cara mendapatkan kulit yang sehat, seperti dilansir dari The Healthy, Jumat (18/12/2020).

1. Soda

Soda dilaporkan dapat membuat dehidrasi kulit. Kemudian juga menimbulkan penuaan kulit. “Baik soda diet atau biasa dapat meningkatkan peradangan pada kulit," kata Dr Doris Day MD, dokter kulit bersertifikat di New York City serta penulis Beyond Beautiful: Using the Power of Your Mind and Aesthetic Breakthroughs to Look Naturally Young and Radiant.

Ia mengatakan, soda adalah salah satu produk yang paling tidak disarankan untuk dikonsumsi. Ada begitu banyak alternatif minuman lezat yang lebih murah, di antaranya infused water, sari buah beri, lemon, jeruk nipis, atau irisan jeruk.

Minuman bersoda. (Foto: Shutterstock)

2. Makanan pedas

Menurut Dr Joshua Zeichner MD, direktur penelitian kosmetik dan klinis di dermatologi di Mount Sinai Hospital di New York City, mengatakan makanan apa pun yang menyebabkan pembuluh darah membesar dan membuat memerah dapat menyebabkan flare. Ini berdasarkan temuan dari tinjauan studi yang diterbitkan pada 2017 di jurnal Dermatology Practical and Conceptual.

Para peneliti menemukan banyak orang menderita rosacea melaporkan terjadi kemerahan setelah makan makanan pedas atau minum alkohol atau minuman panas.

Baca juga: Mengenal Serba-Serbi Skin Burnout 

3. Pasta

Tidak hanya pasta, karbohidrat olahan seperti roti dan nasi putih juga memiliki indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik adalah cara untuk mengukur efek makanan terhadap gula darah. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2016 di Journal of American Academy of Dermatology menemukan hubungan antara jerawat dan makanan indeks glikemik tinggi. "Gula terikat dengan peradangan," jelas Dr Day.

Cara termudah meminimalisasi peradangan dengan pola makan nabati, seperti nasi merah, roti gandum, dan pasta gandum.

Ia juga menyarankan puasa intermiten. "Ini memiliki manfaat besar untuk kesehatan kulit," tambah Dr Day.

"Mungkin manfaatnya tidak langsung, tapi tubuh tetap bertenaga. Saya melakukan puasa 16 hingga 18 jam setiap hari."

4. Keripik kentang

Keripik kentang dilaporkan bisa meningkatkan peradangan kulit. "Kami masih berusaha untuk membuktikannya, tetapi menjadi lebih diterima di kalangan ahli kulit bahwa keripik kentang memiliki efek pada kulit dan khususnya pada jerawat," kata Dr Day.

"Makan makanan berminyak bukan berarti lemak menyebabkan jerawat, tetapi makan makanan olahan tinggi lemak trans dapat berdampak pada glikasi (ketika gula mengikat protein dan membentuk zat berbahaya), peradangan, dan berjerawat atau rosacea."

Intinya, hindarilah makanan ringan. Cobalah camilan sehat yang baik untuk kulit, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Baca juga: Bunda, Ini Lho Cara Rawat Kulit Selama Hamil dan Setelah Melahirkan 

Gorengan

5. Gorengan

Gorengan merupakan salah satu makanan yang banyak disukai, namun tidak baik untuk kulitmu. Meskipun ada berbagai cara untuk mengurangi lemak trans pada makanan, lemak berbahaya itu masih muncul secara alami dalam makananmu dan dapat meningkatkan peradangan kulit.

6. Makanan manis

Tidak apa sesekali mengonsumsi makanan manis, tetapi terlalu banyak makan makanan mengandung gula dapat berdampak buruk bagi kulit. Sebab, semua makanan tinggi glisemik dapat meningkatkan gula darah dengan cepat sehingga menyebabkan peradangan dan memicu glikasi. Ini dapat memperkuat serat kolagen yang dapat membuat kulit tak kencang dan berkeriput dari waktu ke waktu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini