Share

Menguap Berlebihan Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Ini Penjelasannya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 481 2330147 menguap-berlebihan-bisa-jadi-gejala-serangan-jantung-ini-penjelasannya-IZke2RB68d.jpg Ilustrasi menguap berlebihan. (Foto: 8photo/Freepik)

SERANGAN jantung adalah keadaan darurat yang membutuhkan penanganan secepatnya. Ini merupakan kondisi di mana aliran darah ke jantung tersumbat hingga menyebabkan terganggunya pasokan oksigen dan otot jantung mulai mati.

Mengutip dari Times of India, Jumat (18/12/2020), serangan jantung sebenarnya dapat dihindari jika penderitanya memerhatikan tanda atau gejalanya. Tetapi masalahnya tidak semua kondisi jantung datang dengan gejala yang jelas.

Baca juga: Lihat Orang Kena Serangan Jantung, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa DiberikanĀ 

Bagi kebanyakan orang, nyeri dada dan jatuh ke tanah adalah tanda-tanda serangan jantung yang jelas. Bertentangan dengan ini, beberapa gejala bahkan tidak terjadi di dekat dada dan mudah terlewatkan. Lalu yang mengejutkan, menguap berlebihan ternyata bisa jadi gejala serangan jantung.

Menguap pada umumnya merupakan tanda sulit tidur. Tetapi jika terus melakukannya bahkan pada hari-hari ketika tidur nyenyak dan tidak merasa lelah sama sekali, itu bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang serius.

Ilustrasi menguap berlebihan

Menguap adalah misteri dalam dunia ilmu kedokteran. Beberapa upaya telah dilakukan untuk memecahkan kode itu, tetapi para ilmuwan belum memperoleh banyak keberhasilan. Sesuai beberapa penelitian, menguap membantu meningkatkan oksigenasi darah dan pendinginan otak.

Diyakini bahwa menguap berlebihan terkait dengan saraf vagus yang mengalir dari bagian bawah otak ke jantung dan perut. Dalam beberapa kasus, orang menguap terlalu banyak saat ada pendarahan di sekitar jantung.

Baca juga: Sama-Sama Berdebar, Kenali Perbedaan Serangan Jantung dan PanikĀ 

Fenomena refleks ini juga terkait dengan stroke. Sesuai penelitian, menguap berlebihan dapat terjadi sebelum atau setelah stroke. Gejala lain yang menyertai adalah mati rasa, wajah bagian bawah turun, lengan lemas, dan sulit berbicara.

Menurut pakar kesehatan, mereka yang terlalu banyak menguap saat berolahraga, terutama di hari-hari panas, mungkin berisiko terkena serangan jantung. Akan tetapi, menguap tidak hanya dikaitkan dengan serangan jantung dan stroke, namun juga beberapa kondisi kesehatan lain seperti tumor otak, epilepsi, sklerosis ganda, gagal hati, dan ketidakmampuan tubuh untuk mengontrol suhunya.

Jika Anda melihat peningkatan tiba-tiba dalam menguap, tanpa alasan yang jelas, konsultasikan dengan dokter. Makin cepat mencari bantuan medis maka makin baik untuk kesehatan.

Walaupun dalam keadaan pandemi, ada baiknya tetap melakukan kunjungan ke dokter jika menemui gejala-gejala seperti tersebut.

Baca juga: Insomnia, Sesak Napas dan Rambut Rontok Jadi Gejala Awal Serangan JantungĀ 

Sementara Johan Winata SpJP (K) FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi kardiologi, mengatakan banyak pasien yang ragu ke rumah sakit padahal sudah jadwalnya untuk kontrol.

"Di masa pandemi covid-19, tindakan operasi khususnya bedah jantung tetap dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan bagi pasien dan tenaga medis untuk memastikan keamanan dan kesehatan bersama. Masyarakat tidak perlu menunda atau merasa takut untuk menjalani operasi jantung karena kesehatan jantung adalah kondisi kesehatan yang harus segera ditangani secara cepat dan tepat," terangnya.

Baca juga: Selain Maradona, Tokoh-Tokoh Ini Meninggal Akibat Henti JantungĀ 

Dokter akan mencari tahu alasan di baliknya dan mungkin meresepkan obat yang sesuai. Jika hal itu terjadi karena kurang tidur maka dokter akan merekomendasikan obat atau teknik untuk mendapatkan tidur yang lebih nyenyak seperti alat bantu pernapasan, mengurangi stres dan mengubah rutinitas tidur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini