Anak SMA Sulap Limbah Kayu Jadi Mainan Edukatif

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Sabtu 19 Desember 2020 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 19 612 2330687 anak-sma-sulap-limbah-kayu-jadi-mainan-edukatif-zSgDpMpp2j.jpg Anak SMA ubah limbah kayu jadi mainan. (Foto: Instagram @deaglesc)

GENERASI muda Indonesia memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan. Tak sedikit dari mereka berkreasi mendaur ulang sampah menjadi barang berguna.

Studi Cambridge Global Perspective  mendapati bahwa 21% pelajar Indonesia, usia 13-19 tahun melihat polusi lingkungan, termasuk sampah plastik, merupakan permasalahan besar global. Sementara itu, 93% pelajar Indonesia menyatakan akan mengambil aksi untuk menangani isu tersebut.

 Mainan

Berangkat dari kekhawatiran terhadap polusi udara akibat pembakaran kayu, sekelompok pelajar SMA Karangturi Semarang memiliki ide usaha mendirikan D’Eagle SC.

Mereka memproduksi papan permainan unik, sekaligus edukatif. Materialnya sangat eco-friendly, yakni dari limbah kayu bekas.

President D’Eagle SC Stevia Anlena Putri mengatakan, tanpa sadar sebenarnya banyak kondisi sekitar yang bisa dimanfaatkan oleh anak muda. Jika tidak peka, maka akan berimbas terhadap keberlanjutan lingkungan.

"Jika generasi muda Indonesia mau bergerak bersama-sama menjadi ecopreneur, kami percaya bisa menjaga kelestarian alam Indonesia,” ungkap siswa SMA Karangturi Semarang itu lewat keterangam resmi Youth Ecopreneurship Initiative Citi Foundation.

Co-Founder & Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner menambahkan, generasi muda di masa pandemi Covid-19 ini tak boleh berhenti berkarya. Mereka perlu dimotivasi untuk menciptakan barang berguna, yang juga bermanfaat untuk menjaga lingkungan.

"Motivasi tersebut diharapkan berguna meningkatkan potensi mereka dan bagi kelestarian alam Indonesia,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini