Hasilkan HIV Positif Palsu, Vaksin Covid-19 Australia Ditinggalkan Peneliti

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 20 Desember 2020 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 481 2330884 hasilkan-hiv-positif-palsu-vaksin-covid-19-australia-ditinggalkan-peneliti-ax8rPXQpU0.jpg Ilustrasi vaksin Covid-19 (Foto : Scincedaily)

Vaksin Covid-19 Australia yang menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba awal kini ditinggalkan oleh para peneliti. Hal tersebut terjadi setelah para peneliti menemukan bahwa vaksin itu menyebabkan hasil positif palsu pada tes HIV.

Pada Jumat, 11 Desember 2020, pejabat Australia mengatakan mereka telah membatalkan pesanan sekitar 51 juta dosis vaksin, yang sedang dikembangkan oleh The University of Queensland dan CSL Ltd yang merupakan perusahaan bioteknologi lokal.

Dalam uji coba awal dengan 216 peserta, vaksin tersebut tampaknya aman dan menghasilkan respons kekebalan yang kuat terhadap virus corona. Tetapi beberapa sukarelawan salah setelah dites positif HIV. Hal ini dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan para pejabat terhadap vaksin Covid-19.

"Vaksin sepertinya berhasil. Tetapi kami tahu bahwa kami tidak ingin memiliki masalah dengan kepercayaan diri. Tes positif palsu ini mungkin menyebabkan kebingungan dan kurangnya kepercayaan," Sekretaris Departemen Australia Kesehatan, Brendan Murphy melansir dari Live Science.

vaksin covid-19

Vaksin tersebut mengandung fragmen kecil protein HIV, yang membantu menstabilkan vaksin. Beberapa peserta mengembangkan antibodi terhadap fragmen ini, dan antibodi ini memicu hasil positif palsu pada beberapa tes HIV. Penting untuk dicatat bahwa tidak ada cara vaksin menyebabkan infeksi HIV, karena mengandung fragmen virus yang tidak berbahaya.

Baca Juga : 2 Dosis Vaksin Covid-19 Oxford Diklaim Ciptakan Respons Kekebalan Terbaik

Peserta uji coba telah diberi tahu bahwa mereka mungkin menghasilkan beberapa antibodi untuk bagian vaksin ini, "Tetapi tidak terduga bahwa tingkat antibodi yang diinduksi akan mengganggu tes HIV tertentu," tulis pernyataan CSL.

Pemerintah Australia berencana untuk meningkatkan pesanan vaksin Covid-19 lainnya, termasuk vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dan Novavax.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini