Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit Autoimun Sebabkan Hipertensi hingga Depresi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 481 2331606 mengenal-psoriasis-penyakit-kulit-autoimun-sebabkan-hipertensi-hingga-depresi-d5tPjdUtOf.jpg Ilustrasi sakit kulit psoriasis. (Foto: Huffingtonpost)

PSORIASIS adalah penyakit kulit autoimun tidak menular yang cukup populer di masyarakat. Penyakit ini menyerang kulit dengan tanda terjadinya penebalan kulit, berwarna merah, dan bersisik yang terasa gatal, pedih, dan tak nyaman.

Beberapa pasien mengalami psoriasis di area seperti kulit kepala, siku, lutut, wajah, tangan, kaki, bahkan dapat disertai dengan kerusakan kuku. Ya, pergantian kuku pada orang normalnya itu adalah 27 hari, tetapi pasien psoriasis berlangsung sangat cepat yaitu 3 sampai 4 hari.

Baca juga: Disangka Diserang Beruang, Ternyata Pria Ini Menderita Psoriasis 

Tidak hanya itu, psoriasis bisa menyebabkan proses pergantian sel kulit terasa tidak nyaman karena saat proses itu terjadi, muncul bercak-bercak eritema, berbatas tegas, kasar, dan berlapis-lapis. Hal ini membuat pasien psoriasis kehilangan kepercayaan diri.

"Selain kulit, psoriasis juga dapat mengenai sendi dengan gejala pembengkakan, kekakuan, disertai nyeri terutama pada sendi jari tangan," terang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Endi Novianto SpKK (K) FINSDV FAADV dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Senin (21/12/2020).

Sakit kulit psoriasis. (Foto: Women and Sport)

Ia menambahkan, penyakit kulit autoimun ini dapat memberi efek buruk pada pasien lebih jauh. Ya, penyakit ini ternyata bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi, kencing manis, kolesterol tinggi, stroke, dan penyakit jantung. "Penyakit ini juga bisa bikin pasiennya mengalami depresi," tambahnya.

Buruknya ketika psoriasis sudah muncul di kulit, kondisi tersebut bisa menyebar ke area tubuh lainnya alias dapat meluas ke seluruh tubuh. Namun, gejala dan komorbiditas psoriasis dapat dikontrol dengan baik lewat pengobatan yang tepat.

Baca juga: Bukan Cuma Ular, Kulit Kita Juga Bisa Mengelupas Sendiri Lho 

"Meski tak menyebabkan kematian, psoriasus sangat berdampak pada kehidupan sosial-ekonomi pasiennya, mulai dari gangguan tidur, menimbulkan rasa malu, merasa tidak percaya diri, hingga mengalami depresi dan bahkan menyulitkan kehidupan bekerja mereka," ungkap dr Endi.

"Dukungan emosional kepada pasien dan penghilangan stigma negatif merupakan dukungan terpenting bagi peningkatan kepercayaan diri pasien psoriasis," tambahnya.

Ada beberapa faktor risiko seseorang bisa mengalami psoriasis, antara lain kombinasi gen atau riwayat pada keluarga yang mengalami psoriasis, ditambah faktor eksternal sebagai pemicu timbulnya psoriasis, seperti stres, obesitas, obat, serta konsumsi alkohol.

"Pasien psoriasis harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pemeriksaan klinis yang tepat dengan melihat riwayat penyakitnya. Soal terapi, ada beberapa terapi yang bisa ditawarkan yaitu terapi topikal, fototerapi, terapi sistemik konvensional, dan agen bilogik yang merupakan terapi terbaru untuk psoriasis," papar dr Endi yang juga merupakan Ketua Kelompok Studi Psoriasis Indonesia (KSPI).

Baca juga: Beautypedia, Apa Itu Bisul? 

Di sisi lain, menurut data Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, terjadi kenaikan data kunjungan pasien psoriasis dari 2018 hingga 2019 sebanyak kurang lebih 9 persen di mana total pasien psoriasis (pasien lama dan baru) di 2019 mencapai 1.373 pasien dibandingkan di 2018 yaitu 1.021 pasien. Namun mengingat banyaknya bentuk klinis penyakit ini, diperkiraan jumlah penyandangnya lebih banyak daripada yang dilaporkan.

Psoriasis terdiri dari berbagai tipe berdasarkan bentuk dan luasan sebarannya, antara lain Psoriasis Vulgaris (plak), Psoriasis Gutata (seperti tetesan air), Psoriasis Inversa (di lipatan kulit), Psoriasis Pustulosa (bentuk bernanah), Psoriasis Eritoderma (berwarna kemerahan dan bersisik di seluruh badan).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini