Kurangi Konsumsi Garam, 5 Perubahan Positif Ini Akan Dirasakan Tubuh

Sausan Sudarjat, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 481 2331672 kurangi-konsumsi-garam-5-perubahan-positif-ini-akan-dirasakan-tubuh-oCvLh7IIbs.jpg Ilustrasi garam. (Foto: Racool Studio/Freepik)

MENGURANGI konsumsi garam ternyata memberikan banyak perubahan positif untuk tubuh. Pasalnya, ada beberapa kandungan kurang baik yang ada di dalam garam. Langkah cepat pun harus dilakukan untuk menghindari efek negatif dari terlalu banyak mengonsumsi garam.

Dikutip dari The List, Senin (21/12/2020), berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Harvard, mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, salah satunya tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, ada baiknya selalu memerhatikan asupan garam dan mengurangi ke jumlahnya.

Baca juga: Cara Mudah Kurangi Asupan Garam demi Turunkan Risiko Hipertensi 

Berikut ini beberapa hal yang akan terjadi pada tubuh jika mengurangi garam, seperti dilansir The Healthy.

1. Tekanan darah lebih rendah

Sodium merupakan elemen penting yang mengatur kadar cairan dalam tubuh. Namun, salah satu efek negatif dari terlalu banyak garam, yaitu tekanan darah tinggi. "Studi dan bukti substansial telah menghubungkan asupan natrium dengan hipertensi," kata Amin Yehya MD, ahli jantung tingkat lanjut di Piedmont Heart Institute sekaligus penulis dan editor buku 'Heart Failure: What a Non-Heart Failure Specialist Needs to Know'.

Terlalu banyak natrium menyebabkan tubuh menahan air untuk menyeimbangkannya, sehingga meningkatkan volume darah dan tekanan pada sistem peredaran darah.

Garam. (Foto: 8photo/Freepik)

2. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular. Menurunkan tekanan darah dengan mengurangi asupan natrium juga dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

"Di seluruh dunia, 54 persen stroke dan 47 persen penyakit jantung dikaitkan dengan hipertensi," kata dr Yehya.

"Kelebihan natrium memiliki efek yang tidak bergantung pada tekanan darah yang mendorong hipertrofi ventrikel kiri (masalah pemompaan ruang utama jantung) serta fibrosis (penebalan dan jaringan parut) di jantung dan arteri," lanjutnya.

Meskipun ada beberapa perdebatan antara konsumsi garam dengan kesehatan jantung, American Heart Association mendukung pada pengurangan natrium.

Baca juga: Bermodalkan Garam, Seniman Ini Ciptakan Karya Seni 3D Tokoh Dunia 

3. Mengurasi risiko kanker perut

Menurut American Cancer Society, bakteri usus tertentu yang dianggap sebagai penyebab kanker perut banyak ditemukan pada makanan tinggi garam.

"Asupan natrium yang meningkat dikaitkan dengan kanker lambung," kata dr Yehya. Meskipun penelitian mengonfirmasi hal ini, alasan pasti untuk hal tersebut tidak diketahui.

4. Akan menemukan rasa lain

Ada begitu banyak bumbu dan rempah-rempah lezat, banyak menawarkan manfaat kesehatan yang dapat membuat makanan menjadi lebih enak.

Bereksperimenlah dengan menambahkan kayu manis, bawang putih, bubuk cabai, dan bahkan pala untuk memberi rasa pada makanan Anda dengan cara yang berbeda tanpa menggunakan garam.

Baca juga: 5 Asupan yang Harus Dihindari agar Jantung Sehat 

5. Jarang ke kamar mandi

Mengurangi asupan garam dapat menjaga kadar cairan dalam tubuh Anda lebih seimbang, sehingga sedikit risiko dehidrasi yang menyebabkan buang air kecil.

"Makan lebih banyak natrium saja tidak menyebabkan Anda buang air kecil lebih banyak, tetapi dapat meningkatkan rasa haus dan membuat Anda minum lebih banyak, Anda cenderung mengeluarkan lebih banyak air seni," kata ahli diet Palinski-Wade.

"Diet tinggi natrium tanpa asupan cairan tambahan, bagaimanapun, dapat memaksa tubuh menarik air dari sel lain, yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini