Begini Sejarah Lahirnya Hari Ibu 22 Desember

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 612 2331433 begini-sejarah-lahirnya-hari-ibu-22-desember-PufoxKxphX.jpg Hari Ibu (Foto: Pixabay)

Setiap 22 Desember, bangsa Indonesia merayakan Hari Ibu. Perayaan penuh cinta kasih tersebut ditujukkan untuk menghargai jasa ibu yang luar biasa. Tapi, tahukah Anda kalau awalnya perayaan ini awalnya dari kongres perempuan?

Munculnya Hari Ibu di Indonesia tidak lahir begitu saja. Ya, menurut catatan sejarah, Hari Ibu 22 Desember berawal dari pelaksanaan Kongres Perempuan yang pertama pada 22-25 Desember 1928. Kongres tersebut digelar di Yogyakarta beberapa bulan setelah dicetuskannya Sumpah Pemuda.

 Hari Ibu

Saat itu, sebanyak 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera ikut dalam pertemuan yang kemudian dikenal dengan nama Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Tujuan para perempuan kala itu berkumpul dala rangka mempersatukan bebeapa organisasi perempuan ke dalam satu wadah demi mencapai kesatuan gerak perjuangan untuk kemajuan wanita bersama dengan pria dalam mewujudkan Indonesia merdeka.

Lebih lanjut, keberadaan organisasi perempuan sendiri sejatinya sudah ada di Indonesia sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan perempuan abad ke-19. Bahkan, sebelum Kowani pertama dihelat, pergerakan perempuan di Sumatera sudah tumbuh. Ya, saat itu organisasi perempuan mendirikan surat kabar bernama 'Perempoean Bergerak' di Sumatera Utara pada 1919.

Peringatan Hari Ibu 22 Desember pun ditetapkan oleh mantan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Setelah itu, peringatan Hari Ibu secara nasional selalu diperingati pada 22 Desember di seluruh nusantara setiap tahunnya.

Sebelumnya, penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu juga dicetuskan pada Kowani ke-3 yang diadakan di Bandung pada 22 Desember 1938. Penetapan tanggal ini bertujuan untuk menjaga semangat kebangkitan perempuan Indonesia secara terorganisasi dan bergerak sejajar dengan kaum pria.

Kemudian, pada kongres 1952 yang diadakan di Bandung, Sri Mangunsarkoro juga mengusulkan agar dibangun sebuah monumen untuk memperingati Kowani pertama. Setahun berikutnya, Ketua Kowani pertama, Sukanto, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Srikandi.

Menteri perempuan pertama di Indonesia, Maria Ulfah yang baru saja dilantik tahun 1950, meresmikannya pada 20 Mei 1956.

 Baca juga: Cantiknya Wika Salim Pakai Kemben dengan Blazer, Netizen: Janda Semakin di Depan

Perkembangan selanjutnya, seluruh kompleks pun dibangun di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta, dan diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto sebagai Gedung Mandala Bhakti Wanitatama pada 22 Desember 1983.

Terdapat beberapa bangunan di kompleks ini, yakni Balai Srikandi yang memiliki museum, serta Balai Shinta, Kunthi dan Utari yang biasanya untuk acara resepsi dan pameran. Kemudian, ada kompleks penginapan Wisma Sembodro dan Wisma Arimbi, serta perpustakaan. So, selamat Hari Ibu 2020!

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini