Sejarawan: Hari Ibu Zaman Now, Harinya Emak-Emak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 612 2331442 sejarawan-hari-ibu-zaman-now-harinya-emak-emak-kjQ8iFm74l.jpg Hari Ibu (Foto: Parents)

Momen istimewa Hari Ibu yang dirayakan setiap 22 Desember tak luput dari Kongres Perempuan pertama yaitu pada 22-25 Desember 1928. Kongres yang digelar di Yogyakarta tersebut dilaksanakan beberapa bulan setelah dicetuskannya Sumpah Pemuda.

Hari Ibu 22 Desember yang sarat akan penghargaan pada seorang ibu itu ternyata tak selalu berarti istimewa. Ya, ahli sejarah dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Phil Ichwan Azhari pernah menyampaikan pernyataan cukup menarik soal Hari Ibu ini.

 Hari Ibu

Menurut sejarawan yang menamatkan S3-nya di Jerman itu, perayaan Hari Ibu zaman now maknanya bergeser dari apa yang awalnya digalakkan para pejuang perempuan. Sebab, maknanya tak lagi diperingati sebagai hari gerakan perempuan.

"Bahkan, peringatan Hari Ibu saat ini bisa mengkerdilkan gerakan perempuan zaman dulu," terangnya pada Okezone, beberapa tahun lalu.

Meski begitu, Ichwan, sapaannya, tidak menolak adanya peringatan Hari Ibu tersebut. Hanya saja, dia mengusulkan agar dicari tanggal lain selain tanggal 22 Desember.

Ia mengambil contoh perayaan Hari Ibu yang dirayakan di luar negeri, Mother's Day namanya. Di Amerika Serikat misalnya, dirayakan setiap hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Sedangkan di beberapa negara Eropa, Mother's Day dirayakan pada 8 Maret.

"Jadi, peringatan Hari Ibu itu boleh untuk menghargai jasa seorang ibu, saya setuju. Tapi, jangan menghilangkan nuansa gerakan dari perjuangan perempuan sebagai akar dari lahirnya perayaan ini, karena sudah menggelapkan sejarah, itu yang saya tak setuju," tegas Ketua Pusat Studi Sejarah Unimed tersebut.

 Baca juga: Cantiknya Wika Salim Pakai Kemben dengan Blazer, Netizen: Janda Semakin di Depan

"Hari Ibu ditetapkan berkaitan dengan politik, karena awalnya dari sebuah gerakan perempuan. Tapi, interpretasi kita saat ini dalam memperingati Hari Ibu sudah meleset, menjadi harinya emak-emak," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini