Panduan Melahirkan bagi Ibu Hamil Positif Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 481 2331997 panduan-melahirkan-bagi-ibu-hamil-positif-corona-eyWMNO4lGx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VIRUS corona menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, tak terkecuali pada ibu hamil. Namun sayangnya banyak ibu hamil yang tanpa disadari positif corona.

Tentunya ibu hamil yang terindikasi Covid-19 membutuhkan perawatan khusus saat melahirkan. Anda perlu memerhatikan agar tidak bingung ketika akan menghadapi proses persalinan.

Ketua ILUNI FKUI 96 Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH membagikan rekomendasi khusus antenatal care untuk wanita hamil suspek atau terkonfirmasi Covid-19. Apa saja?

Simak pemaparan selengkapnya di bawah ini, ditulis Okezone Selasa (22/12/2020).

Baca Juga: WHO Tegaskan Tak Ada Bukti Varian Baru Covid-19 Lebih Mematikan

1. Wanita hamil yang terkonfirmasi Covid-19 harus segera dirawat di rumah sakit.

2. Investigasi laboratorium rutin seperti tes darah dan urinalisis tetap dilakukan.

3. Pemeriksaan rutin USG, untuk sementara dapat ditunda pada ibu dengan infeksi terkonfirmasi maupun suspek sampai ada rekomendasi episode isolasinya berakhir. Pemantauan selanjutnya dianggap sebagai kasus risiko tinggi.

4. Perawatan antenatal untuk wanita hamil yang terkonfirmasi Covid-19 pasca perawatan lanjutan dilakukan 14 hari setelah periode penyakit akut berakhir. USG antenatal untuk pengawasan pertumbuhan janin dilakukan 14 hari setelah resolusi penyakit akut.

 

5. Jika ibu hamil dengan gejala memburuk (suspek atau terkonfirmasi Covid-19), maka ada beberapa hal yang harus dilakukan.

Baca Juga: Selamat Hari Ibu, Saatnya Mempererat Hubungan dengan Anak

Pembentukan tim multi-disiplin (konsultan dokter spesialis penyakit infeksi jika tersedia, dokter kandungan, bidan dan dokter anestesi).

Pembahasan dalam rapat tim meliputi prioritas utama untuk perawatan medis pada ibu hamil.

Lokasi perawatan yang paling tepat (unit perawatan intensif, ruang isolasi).

Evaluasi kondisi ibu dan janin.

Perawatan medis dengan terapi suportif standar untuk menstabilkan kondisi ibu.

6. Rekomendasi pertolongan persalinan pada suspek atau pasien terkonfirmasi Covid-19 sesuai indikasi obstetri, dapat juga disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya setempat.

Bila dibutuhkan bisa dilakukan Seksio Sesaria (operasi caesar) dengan syarat:

Dilakukan di kamar operasi yang memiliki tekanan negatif.

Tim operasi menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan level 3.

Apabila alternatif jika tidak terdapat fasilitas kamar pembedahan yang memenuhi syarat maka dapat dilakukan:

1. Seksio sesarea dapat dilaksanakan dengan melakukan modifikasi kamar bedah (seperti mematikan AC atau modifikasi lainnya yang memungkinkan atau membuat anteroom yang bertekanan negatif).

2. Persalinan pervaginam dengan menggunakan delivery chamber dan tim petugas kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri sesuai level 3.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini