Pandemi Covid-19 Bikin Orang Indonesia Stres?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 481 2332399 pandemi-covid-19-bikin-orang-indonesia-stres-m7BgLlGZyR.jpg Pandemi Covid-19 tak buat perempuan stres Foto : Medicaldaily)

Pandemi Covid-19 menimbulkan banyak dampak, tak hanya kesehatan fisik tetapi juga mental. Stres ditenggarai menjadi salah satu dampak yang dialami orang selama pandemi.  

Namun, studi yang diterbitkan Garmin dengan judul 'Data Kesehatan 2020 Pengguna Garmin di Asia' mencatat bahwa pandemi Covid-19 tak mengubah kebiasaan tidur masyarakat Indonesia, khususnya kaum perempuan. Tidak hanya itu, orang Indonesia, khususnya perempuan, ternyata tak menjadi stres akibat pandemi Covid-19 ini.

Ya, selama masa pandemi, Garmin menemukan fakta menarik tentang deep sleep atau fase tidur tatkala manusia sedang terlelap di kalangan masyarakat Indonesia. Deep sleep ini berkaitan erat dengan kebutuhan manusia agar merasa segar ketika bangun tidur.

Tidur

"Perempuan Indonesia memiliki rata-rata deep sleep yang cukup baik dibamdingkan perempuan di negara Asia lainnya, yaitu hampir mencapai 70 menit. Sedangkan, laki-lakinya justru memiliki rata-rata deep sleep yang cukup rendah yaitu di atas 50 menit," lapor Garmin dalam keterangan resmi yang diterima Okezone.

Selain kualitas tidur perempuan Indonesia yang dinilai lebih baik dibandingkan kaum Hawa di negara Asia lainnya, deep sleep perempuan Indonesia pun dikatakan lebih baik daripada laki-laki.

"Hal ini dapat dikaitkan dengan kemampuan mengelola stres pada laki-laki belum sebaik perempuan. Ini pun dibenarkan pada penelitian yang dilakukan Bixler et.al yang menyatakan secara umum bahwa perempuan memiliki waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan laki-laki karena mereka lebih mampu mengatasi pemicu stres yang berasal dari luar, yang mana faktor tersebut dapat menggangu proses tidur manusia," tambah laporan tersebut.

Baca Juga : 4 Tips agar Stres Tak Rusak Kualitas Tidur

Sementara itu, laporan Garmin ini mencatat fakta menarik bahwa tingkat stres orang Indonesia di masa pandemi ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.

"Tingkat stres pengguna Garmin di Indonesia tercatat sebagai terendah ketiga dibanding negara lain di Asia. Terlebih, data ini menurun bahkan dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama," kata laporan itu.

Dengan kata lain, pandemi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tak lantas membuat tingkat stres masyarakat Indonesia menanjak, khususnya perempuan di Indonesia yang mencatat tingkat stres di bawah 20. Angka tersebut adalah angka terendah dibanding seluruh pengguna Garmin di negara Asia lainnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini