Selamat Hari Ibu! Cerita Istri Omesh Ajarkan Rasa Kecewa ke Anak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 612 2332037 selamat-hari-ibu-cerita-istri-omesh-ajarkan-rasa-kecewa-ke-anak-lOYkQn7q0R.jpg Keluarga Omesh (Foto : Instagram/@dianayulestari)

Selamat Hari Ibu! Ucapan Selamat Hari Ibu mungkin tak cukup membalas kasih sayang ibunda. Banyak tugas berat seorang ibu sebagai orangtua, salah satunya mengajarkan bentuk emosi seperti dilakukan istri Omesh, Dian Ayu Lestari.

Mungkin rasanya mudah mengenalkan emosi bahagia, tapi bagaimana rasa kecewa? Nah, Dian Ayu Lestari punya cara unik dalam mengenalkan rasa kecewa ke anak. Hidup di era digital, istri dari Omesh tersebut mengenalkan rasa kecewa lewat games.

"Aku membolehkan anak-anakku main hp setiap hari, tetapi batas waktunya hanya 60 menit. Ini cara disiplin aku memperbolehkan anak bermain gadget," katanya dalam Webinar bertajuk The Power of Playing Game: Bonding Time with Kids', baru-baru ini.

Omesh

Dari games yang ada di gadget tersebut, ia mengenalkan rasa kecewa ke anak. Jadi, ketika games tersebut memiliki tantangan atau 'adu kemenangan', lalu si anak kalah, di situlah peran Dian Ayu Lestari masuk untuk menjelaskan emosi buruk tersebut.

"Ketika anak aku kalah main games misalnya, ya, aku jelasin perasaan kecewa yang dialami saat kalah tersebut. Tidak berhenti di situ, selanjutnya aku bakal memotivasi anak aku untuk belajar lagi supaya di permainan setelahnya dia bisa menang. Dari situ aku juga sekaligus ngajarin cara menghadapi masalah sekaligus berusaha untuk belajar lebih baik," papar Dian Ayu yang sekarang dikenal juga sebagai modern mom.

Baca Juga : Hari Ibu, Zaskia Gotik Ungkapkan Isi Hati untuk Ibunda

Lebih lanjut, Psikolog Roslina Verauli, M.Psi, menerangkan bahwa apa yang dilakukan Dian Ayu adalah cara yang bijak dan bisa dijadikan contoh untuk orangtua modern.

"Jadi, dari bermain games, manfaat yang didapat bukan hanya mengajarkan si anak sensor motorik, bahasa, tapi juga mengajarkan si anak yang namanya kecerdasan emosional-sosial yang mana ini jarang sekali dilakukan orangtua. Ya, si anak jadi tahu yang namanya emosi itu bukan hanya bahagia, tetapi juga kecewa," tambah Vera di acara yang sama.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini