Gara-Gara Vlogger Salah Review, Restoran Ini Terpaksa Tutup

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 612 2332043 gara-gara-vlogger-salah-review-restoran-ini-terpaksa-tutup-PouEePro4a.jpg Restoran tutup (Foto: oddity)

Dampak yang ditimbulkan oleh ulasan vlogger terhadap sesuatu, tak melulu berdampak positif. Salah dalam memberikan ulasan atau review, bisa mengakibatkan dampak fatal.

Inilah yang baru saja dialami oleh vlogger makanan terkenal di Korea Selatan, HanyanTree. HayanTree yang fokus mengulas restoran dan makanan tersebut diberitakan baru-baru ini mendapat kecaman karena menyebabkan sebuah restoran tutup setelah memberikan review yang keliru, yang berdampak negatif pada bisnis restoran tersebut.

 kepiting

Kejadian ini diawali pada 7 Desember lalu, HayanTree mengunggah video review tentang restoran all you can eat dengan menu kepiting berbumbu kecap asin di Daegu. Kemudian, ketika sang vlogger mengisi ulang piringnya, ia menyadari ada butiran nasi di bumbunya sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa restoran tersebut mungkin menggunakan kembali makanannya yang tidak terjual atau dengan kata lain menyajikan menu makanan yang tidak segar.

Tak butuh lama, review kontroversial tersebut menjadi viral dan langsung mendapatkan 1 juta penayangan hanya dalam hitungan hari. Alhasil, mengakibatkan restoran tersebut harus ditutup beberapa hari kemudian.

Mengutip Odditycentral, Selasa (22/12/2020), dari laporan The Korea Herald, sang pemilik restoran mengaku restoran miliknya tak melakukan tuduhan HanyanTree tersebut. Dengan terbuka, sang pemilik restoran menyebutkan ia dapat memperlihatkan proses produksi di dapur lewat tayangan kamera pengintai.

“Dalam waktu kurang dari dua hingga tiga jam setelah YouTuber itu memposting video tersebut, staf kami beberapa kali menuliskan komentar, menjelaskan restoran kami tidak mememakai kembali makanan yang tak laku. Kami juga dapat memberikan seluruh rekaman dari kamera keamanan, tetapi komentar kami diblokir sehingga orang lain tidak bisa membaca komentar tersebut, " kata sang pemilik restoran.

Ternyata, dari tayangan rekaman kamera CCTV di restoran, terungkap lah bahwa butiran beras yang diklaim sang vlogger itu ternyata berasal dari hidangan sebelumnya yang ia makan dan sudah ada di piring sebelum mengisi ulang kembali piring tersebut dengan makanan.

Sang vlogger kemudian mengakui kesalahannya dan menghapus video salah review itu dan mengunggah video permintaan maaf sebagai gantinya.

“Saya meminta maaf kepada pemilik restoran karena membuat video tersebut tanpa memikirkan dampaknya. Saya seharusnya membuat video dengan fakta yang akurat dan saya benar-benar minta maaf atas ketidaktahuan saya,” bunyi permintaan maaf HanyanTree.

Tapi permintaan maaf ini diklaim sang pemilik restoran, tidak terlalu menolong usahanya. Sang pemilik restoran mengklaim, ketika HanyanTree merekam video lain, restoran sudah terlanjur ditutup.

 Baca juga: Nia Ramadhani Kepergok Pakai Kalung Rp8.500, Bubah Alfian Kaget

“Saat YouTuber itu datang untuk syuting lagi, kami sudah tutup. Saya sangat frustrasi dan ingin tahu apakah ada cara untuk mencegah pelecehan dari YouTuber, yang mana ini lebih menakutkan daripada virus corona. Saya mengajukan petisi untuk undang-undang dan peraturan agar wiraswasta dapat dengan nyaman fokus pada bisnis mereka,” terang sang pemilik restoran.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini