Parah, Pembuat Kue Ini Bikin Cookies dengan Serbuk Gergaji

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 612 2332695 parah-pembuat-kue-ini-bikin-cookies-dengan-serbuk-gergaji-y7fyZIuVbK.jpg Cookies (Foto: Twitter)

Tidak pernah terlintas di benak banyak orang bahwa serbuk gergaji, digunakan sebagai salah satu komponen bahan dalam membuat kue.

Tapi nyatanya, memasukkan serbuk gergaji atau sawdust sebagai salah satu bahan dalam membuat kue ini dilakukan oleh seorang baker di Jerman. Bahkan sang pembuat kue, diketahui sudah menjalani bisnis kuenya tersebut melalui kiriman pos selama kurang lebih 20 tahun.

 serbuk gergaji

Hingga akhirnya, tindakannya sang pebuat kue yang tidak diketahui identitasnya itu membuat dirinya terseret ke ranah hukum. Dari laporan portal berita Juris.de, Pengadilan Verwaltungsgericht Karlsruhe menganggap bahan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

Mengutip Fox News, Rabu (23/12/2020) dalam putusan pengadilan dijelaskan, cookies dengan serbuk gergaji itu tidak boleh masuk ke dalam rantai makanan manusia karena tidak aman, dan secara obyektif dilihat sebagai komponen yang tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Alih-alih untuk manusia, bahkan serbuk gergaji itu tidak digunakan di sektor industri pakan ternak.

Sementara itu, si pembuat kue mengklaim ia sebetulnya telah menghubungi kota Karlsruhe pada tahun 2004 tentang penggunaan serbuk gergaji. Namun dirinya tidak mendapat kabar lanjutan dari pejabat pemerintah.

Apalagi kabarnya keterangan serbuk gergaji sebagai salah satu bahan tersebut sudah tertera di kemasan kuenya. Sang pembuat kue juga menjelaskan, dia menggunakan serbuk gergaji "mikrobiologis" sebagai pengganti tepung, yang dia beli dari pengecer produk alami.

Menurutnya, serbuk gergaji mikrobiologis itu merupakan produk herbal yang mirip dengan dedak. Toko yang menjual serbuk gergaji tersebut berpendapat bahwa serbuk itu masuk sebagai produk nabati.

Meski demikian, pihak pengadilan tak mau mengindahkan argument sang baker. Pengadilan justru telah menguatkan keputusan yang dibuat oleh inspektur kota yang menguji adonan kue dan memerintahkan agar sang baker berhenti menjual kue tersebut pada 2017.

Baca juga: Cerita Sandiaga Uno tentang 'Bismillah Mas' dari Menteri Pratikno

Tak terima dengan keputusan pihak pengadilan, sang baker diketahui mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi, Higher Administrative Court of Baden-Württemberg.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini