Cerita Natal di Tengah Porak Poranda Ledakan Beirut Lebanon

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 612 2333466 cerita-natal-di-tengah-porak-poranda-ledakan-beirut-lebanon-0vvnNOYVJz.jpg Cerita Natal di tengah porak poranda ledakan Beirut Lebanon (Foto : Arabnews)

Di sisi lain, pandemi Covid-19 memberi berkah tersendiri bagi banyak masyarakat Lebanon. Pasalnya, karena ada larangan pertemuan dengan orang lain, itu membuat keluarga di Lebanon tidak harus menyediakan makanan yang banyak. Karena itu, biaya penyediaan makanan Natal yang biasanya banyak dipangkas habis.

Ya, daging yang harus dibeli harus banyak dan harganya selangit, pun makanan penutup yang harganya juga ikut meroket. Tradisi Natal di Lebanon adalah menyediakan 200 gram tiga jenis keju dan daging olahan pilihan yang harganya mencapai 350.000 pound Lebanon (231 USD) atau sekitar Rp3,3 juta.

Kalkun

Kalkun yang tak pernah ketinggalan di tradisi Natal Lebanon pun harganya ikutan naik. Dari yang sebelumnya 150.000 pound Lebanon (99 USD) atau sekitar Rp1,4 juta yang bisa dimakan di restoran, kini kalkun matang harganya bisa mencapai 1,3 juta pound Lebanon (861 USD) atau sekitar Rp12,3 juta.

Harga-harga pencuci mulut pun tak murah. Cokelat kualitas wahid harganya 120.000 pound Lebanon (79 USD) atau sekitar Rp1,1 juta, sedangkan kue Natal mewah bisa mencapai 1 juta pound Lebanon (662 USD) atau sekitar Rp9,5 jutaan.

"Perayaan Natal tahun ini benar-benar berbeda karena tak ada makanan asing di atas meja atau hadiah impor yang akan diterima anak-anak," kata penduduk Beirut bernama Joelle Daniel. "Kami benar-benar membeli produk lokal saja di Natal kali ini," sambungnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini