Sejarah Warna Merah dan Hijau dalam Perayaan Natal

Alfina Nur Hayati, Jurnalis · Jum'at 25 Desember 2020 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 612 2333528 sejarah-warna-merah-dan-hijau-dalam-perayaan-natal-MPc08d5FUS.jpg Perayaan Natal identik dengan warna merah dan hijau (Foto : Artfile)

Perayaan Natal identik dengan penggunaan warna merah dan hijau yang menghiasi beragam dekorasi. Skema kedua warna ini ternyata memiliki sejarah terkait liburan musim dingin selama berabad-abad.

Melansir Reader’s Digest, Bangsa Celtic kuno menggunakan tanaman holly berwarna merah dan hijau pada setiap musim dingin beberapa abad lalu. Tanaman suci ini dipercaya dapat menjaga rumah tetap diberkati.

Saat musim dingin, mereka mendekorasi rumah dengan tanaman holly. Banyak yang menggantungkannya di pintu rumah atau beberapa sudut ruangan. Harapan mereka, tanaman ini bisa memberikan perlindungan dan nasib baik bagi keluarga pada tahun mendatang.

Natal

Tradisi memasangkan warna merah dan hijau berlanjut hingga abad ke-14. Pada saat itu, kedua warna ini digunakan untuk melukis layar rood atau layar mimbar, yang dipasang di gereja untuk memisahkan jemaat dari pendeta dan altar.

Baca Juga : Gisel Bagikan Momen Tukar Kado Natal, Netizen: Kurusan Ya Bun

Seorang ilmuwan peneliti di Universitas Cambridge, Dr. Spike Bucklow, berspekulasi kebiasaan ini memengaruhi orang-orang Victoria. Mereka akhirnya mengasosiasikan warna merah dan hijau sebagai penanda akhir tahun dan awal yang baru pada hari Natal.

Terlepas dari tradisi religius, ada seseorang yang berperan besar dalam mengukuhkan warna merah dan hijau sebagai warna Natal. Dia Haddon Sundblom, yang menggambar Sinterklas untuk iklan minuman Coca Cola.

Sampai saat itu, penampilan artistik Sinterklas tidak pernah konsisten. Dia kadang digambarkan pria yang kurus dengan jubah bervariasi biru, hijau, dan merah. Sundblom pun memutuskan melukisnya sebagai tokoh yang gemuk, periang, dan selalu memakai jubah merah. Menariknya, warna ini sama dengan warna logo minuman soda tersebut.

Natal

Salah satu penulis Secret Language of Color, Arielle Eckstut, keputusan ini membawa perbedaan. Iklan minuman soda tersebut semakin populer dan orang-orang mulai mengenal santa yang digambarkan Sundblom sebagai yang asli.

“Dalam imajinasi kolektif kita, warna merah jubah Sinterklas dan hijau pohon cemara serta tanaman holly membekas di benak sebagai warna Natal,” kata Arielle.

Tampaknya, sejarah warna merah dan hijau sebagai simbol Natal telah melewati perjalanan panjang. Berakar dari tradisi religius, dimodernisasi komersialisme, lalu dilanjutkan dengan semangat kegembiraan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini