Dewi Perssik Positif Covid-19 dengan Gejala Ruam Kulit, Normalkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 Desember 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 481 2333693 dewi-perssik-positif-covid-19-dengan-gejala-ruam-kulit-normalkah-mHdnSFwLa8.JPG Dewi Perssik positif Covid-19 dengan ruam kulit (Foto : Instagram/dewiperssikreal)

Dewi Perssik positif Covid-19, kabar yang cukup menghebohkan publik baru-baru ini dari sang penyanyi dangdut. Tidak hanya Dewi Perssik, 8 orang yang tinggal satu rumah dengannya pun semuanya terinfeksi penyakit mematikan tersebut.

Kabar terkini menjelaskan kalau Dewi Perssik kondisinya mulai membaik, tapi masih harus melakukan pemulihan. Pemeriksaan swab dua kali dengan hasil negatif pun sudah dia kantongi untuk memastikan kesembuhannya.

Di sisi lain, publik dibuat kaget dengan gejala Covid-19 yang dialami Dewi Perssik. Ya, dia menunjukkan foto yang memperlihatkan wajahnya penuh dengan ruam kulit. Dari keterangan foto, Dewi menjelaskan kalau gejala tersebut hanya dialami 20 persen dari total kasus positif Covid-19.

Dewi Persssik

"Timbul kemerahan ini adalah salah satu yang timbul dari mereka yang terkena Covid-10 sekitar 20 persen. Ini jadi bahan renungan buat kita semua dan teguran buatku juga untuk menggugurkan dosa-dosaku dan bahwa Covid-19 itu nyata," tulis Dewi Perssik.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menjelaskan bahwa ruam pada kulit memang bagian dari gejala Covid-19 tapi masuk ke dalam kategori gejala sedikit tidak umum. Selain ruam kulit, gejala sedikit tidak umum lainnya ialah diare, mata merah, nyeri tenggorokan, sakit kepala, rasa tidak nyaman atau nyeri, serta hilangnya kemampuan mencium dan menyicip rasa.

Di sisi lain, apa kata dokter dan peneliti mengenai ruam kulit sebagai gejala Covid-19?

Menurut laporan Covid Symptom Study, studi gejala Covid-19 yang dipimpin para peneliti dari King's College London dan ZOE (perusahaan ilmu kesehatan) mencatat bahwa 8,8 persen dari orang yang dites positif Covid-19 mengeluhkan gejala ruam kulit.

Baca Juga : Lama Menghilang, Dewi Perssik Umumkan Positif Covid-19 Sekeluarga

Hasil serupa juga didapati pada 8,2 persen pengguna ZOE yang belum melakukan tes Covid-19 tetapi melaporkan mengalami gejala Covid-19 seperti batuk, demam, atau anosmia (kehilangan kemampuan mencium bau).

Untuk menyelidiki lebih lanjut, tim peneliti membuat survei online melibatkan 12.000 orang yang melaporkan mengalami ruam kulit yang terkait dengan Covid-19 positif atau masih suspek.

Dari survei tersebut, diketahui ada 17 persen responden yang dites positif Covid-19 dengan gejala ruam kulit sebagai gejala awal mereka. Lalu, 21 persen dari responden positif Covid-19 yang hanya mengeluh ruam kulit sebagai satu-satunya gejala Covid-19 mereka.

"Banyak infeksi virus yang memengaruhi kulit, jadi tidak mengherenkan kalau kami melihat adanya gejala ruam kulit pada pasien Covid-19," kata penulis studi Dr Veronique Bataille, konsultan dermatologis di Rumah Sakit St Thomas dan King's College London.

Bataille menambahkan, namun penting bagi masyarakat untuk tahu bahwa dalam beberapa kasus, ruam kulit mungkin merupakan gejala pertama atau satu-satunya gejala dari Covid-19.

"Jadi, jika Anda melihat adanya ruam di kulit, Anda harus menangani masalah tersebut dengan serius seperti langsung mengisolasikan diri dan melakukan tes sesegera mungkin," sarannya.

ruam

Dermatologis lain coba merespons kasus ruam kulit sebagai gejala Covid-19 ini. Disampaikan Dr Justine Kluk, konsultam dermatologi, temuan ini menyoroti pentingnya mengawasi setiap perubahan baru pada tubuh Anda, tak terkecuali pada area kulit.

"Bukan cuma ruam, tapi juga benjolan. Pelaporan ruam kulit sebagai gejala Covid-19 dari para tenaga kesehatan juga bisa menjadi alat deteksi infeksi Covid-19 dan dengan begitu membantu menghentikan penyebaran lebih luas," kata Dr Kluk.

Lebih lanjut, Dr Tanya Bleiker, Presiden British Association of Dermatologist menjelaskan bahwa gejala kulit terkait Covid-19 adalah bagian penting dari teka teki yang ada di dalam perjalanan virus ini mewabah secara global. "Gejala kulit mungkin memainkan peran penting juga dalam mendeteksi infeksi pada orang yang asimtomatik atau orang tanpa gejala," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini