4 Cerita Orang Timur Tengah Rayakan Natal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 27 Desember 2020 00:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 612 2334270 4-cerita-orang-timur-tengah-rayakan-natal-VGQmbRIP5C.jpg Cerita Natal dari orang-orang Timur Tengah (Foto : Milleworld)

Perayaan Natal yang identik dengan suka cita tak hanya terasa di negara yang didominasi agama Kristen. Ya, di beberapa negara Timur Tengah seperti di Lebanon, Yordania, Suriah, Mesir, bahkan Palestina, Perayaan Natal pun tetap digelar dan kehangatan terasa sampai di sana.

Laporan Mille mencatat, di setiap negara Timur Tengah tersebut, perayaan Natal diartikan berbeda oleh setiap pengikut Kristen di sana. Meski begitu, suka cita Natal menjadi inti dari perayaan hari yang sangat istimewa tersebut.

Nah, di artikel ini Okezone coba merangkum beberapa cerita Natal menarik dari orang Timur Tengah yang merayakannya di negaranya masing-masing. Seperti apa kisah mereka?

1. Solenne (Palestina-Yordania)

Cerita Natal

"Natal adalah momen yang paling ditunggu setiap tahun. Hal yang paling dinantikan adalah berpenampilan sangat menarik, mulai dari gaya rambut apa yang akan dipilih, baju apa yang bakal dipakai, pun model kuku apa yang paling cantik. Momen Natal adalah momen kebersamaan, di sepanjang hari kita akan bersenda gurau dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Perayaan Natal di keluargaku diawali dengan mengunjungu rumah nenek dari ibuku malam sebelum hari H. Karena saya punya masalah kesehatan yaitu autoimun, intoleransi makanan, dan PCOS, makanya makanan yang disajikan untuk aku biasanya berbeda. Dan karena itu, keluarga besar aku akan benar-benar memanjakan aku dengan makanan hanya aku yang makan.

Pagi harinya, aku biasanya akan langsung pergi ke bawah pohon Natal sambil menyeruput teh hangat. Di momen itu biasanya aku dan saudara perempuanku akan menangis bersama. Momen tersebut yang akan selalu kami rindukan karena seperti berefleksi kehidupan selama setahun dan bersyukur masih merayakan Natal dengan keluarga yang lengkap atau juga mengenang keluarga yang telah tiada."

Baca Juga : Cerita Natal di Tengah Porak Poranda Ledakan Beirut Lebanon

2. Kisah Tracy (Lebanon)

Cerita Natal

"Natal adalah waktu yang sangat penting dalam setahun bagi keluarga kami. Saat masih kecil, kami biasa kumpul di rumah nenek bersama keluarga besar lainnya. Persiapan Natal biasanya sudah dilakukan sebulan sebelumnya, dan kami menganggap hal ini sesuatu yang serius. Sebab kami akan mendekor rumah nenek semeriah mungkin dengan lampu dan dekorasi khas Natal, tentunya ada pohon Natal.

Ibuku punya tradisi unik di momen Natal. Jadi, dia akan meletakkan biskuit dan susu hangat di dekat cerobong asap, karena baginya Santa Klaus akan datang dan makanan tersebut jadi hadiah untuknya karena sudah banyak mengeluarkan energi untuk membahagiakan semua orang.

Di hari H, kami biasanya akan duduk bersama di meja makan keluarga. Tradisi kami adalah makan kalkun besar berisi kastanye dan nasi sebagai hidangan utama. Enggak ketinggalan makanan lain khas Lebanon seperti tabbouleh dan beberapa mezzes."

3. Kisah Tania (Yordania)

Cerita Natal

"Natal itu sangat lucu. Saya biasanya makan malam bersama keluarga pada malam Natal. Tidak hanya keluarga inti, kami biasanya mengundang teman-teman untuk makan bersama, termasuk teman kami yang beragama Islam pun kami undang. Makanan yang disajikan biasanya makanan lokal.

Setelah makan malam, selalu ada salah satu teman Muslim saya yang mengadakan pesta di rumah dan kami bersenang-senang bersama."

4. Kisah Marina (Mesir)

Cerita Natal

"Saya sudah merasakan kebahagiaan Natal sejak awal Desember. Di momen itu, biasanya beberapa tempat sudah memasang pernak-pernik khas Natal pun pohon Natal yang indah. Lagu-lagu Natal pun mulai berkumandang di banyak tempat.

Kami biasanya merayakan Natal pada 6 atau 7 Januari di Mesir. Ini berbeda dengan kebanyakan orang memang, tapi bagi saya itu bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Di momen Natal, saya akan tampil sangat cantik saat pergi ke perjamuan Natal yang kudus di gereja pada malam Natal di tanggal 6. Setelah itu, kami biasanya kumpul dengan keluarga besar dari pohak ayah.

Di hari H, saya biasanya bangun dengan piyama dengan motif Natal, sarapan pagi dengan menu yang enak banget, dan diiringi lagu Natal. Sore harinya, kami bertukar kado lalu lanjut ke rumah keluarga besar dari pihak ibu. Momen makan bersama lagi-lagi terjadi. Kalau di rumah keluarga ibu, kami biasa makan daging isi, lasagna, kalkun, kue buatan rumah nenek, coklat, dan kue kering lainnya."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini