Perempuan Lebih Sulit Tidur di Masa Pandemi Covid-19, Kenapa?

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 481 2334844 perempuan-lebih-sulit-tidur-di-masa-pandemi-covid-19-kenapa-NyqBe6hw5O.jpg Pandemi Covid-19 (Pixabay)

Kerap sulit untuk tidur di malam hari dan semakin bertambah parah sejak pandemi Covid-19 berlangsung? Anda tak sendiri, karena nyatanya banyak orang yang mengalami hal serupa terutama kaum perempuan.

Tahukah Anda, menurut data dari Society for Women's Health Research, terhitung sejak pertengaha Februari sampai pertengahan Maret saja, ada kenaikan sebanyak 39% untuk resep obat anti-kecemasan, anti-insomnia, dan anti-depresi yang diberikan kepada pasien perempuan.

 sulit tidur

Lalu kenapa di masa pandemi Covid-19 ini perempuan lebih sulit atau memiliki masalah tidur daripada laki-laki?

Alasan pertamanya, ialah karena faktor biologis. Dijelaskan dokter Fariha Abbasi-Feinberg, MD, director of sleep medicine Millennium Physician Group di Florida, Amerika Serikat, wanita mungkin kesulitan untuk tidur pada titik-titik tertentu dalam siklus menstruasinya.

Hormon progesteron, yang biasanya memuncak pada kuartal ketiga siklus menstruasi, antara ovulasi dan menstruasi bisa bertindak sebagai relaksan ketika kadar progesteron turun, maka dari itu kemungkinan bisa membuat tidur terganggu.

Senada dengan dokter Fariha, Dr.Nicole Avena, PhD, Asisten Profesor Ilmu Saraf di Mount Sinai School of Medicine menyebutkan, perbedaan hormonal dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang dan juga pola tidurnya. Dengan kata lain, adanya cemas, stres, atau panik, kemungkinan memicu seseorang melek semakin lama di malam hari.

“Menurut Anxiety and Depression Association of America, tingkat estrogen dan progesteron yang lebih tinggi pada wanita menyebabkan respons fight-or-flight dipicu lebih mudah dan tetap aktif dalam waktu yang lebih lama daripada pria,” jelas Dr. Nicole, dikutip Popsugar, Senin (28/12/2020).

Baca juga: 4 Hari Jadi Menteri, Sandiaga Sudah Ditinggal Istri: Ini Pertama Kali Aku Sendiri

Dr. Nicole menambahkan bahwa otak wanita membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghasilkan hormon serotonin yang dapat mengangkat mood hati, sehingga gejala kecemasan dan depresi dapat bertahan lebih lama, terutama pada waktu tidur.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini