Kemenkes Keluarkan Izin untuk GeNose UGM, Hanya Berlaku Selama Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 481 2335207 kemenkes-keluarkan-izin-untuk-genose-ugm-hanya-berlaku-selama-pandemi-ifshblSqij.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan mengapresiasi GeNose atau alat pendeteksi Covid-19 bikinan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, sampai sekarang 'gold standar' pemeriksaan Covid-19 masih Swab PCR.

"Gold standar pemeriksaan Covid-19 untuk mendiagnosa sampai sekarang masih menggunakan Swab PCR," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K), MARS, di Webinar Kemenkes, Senin (28/12/2020).

Namun demikian, juga dengan menggunakan Rapid Antigen validitasnya bisa didapat 85 persen. Tapi, GeNose UGM, itu masih dalam proses uji klinik dan sudah keluar. Sedangkan, izin edar yang dikeluarkan (Kemenkes RI AKD 2040102288, dikeluarkan 24 Desember 2020) itu bersifat 'Emergency Use Authorization'.

"Izin tersebut maksudnya adalah alat itu diberikan izin hanya untuk masa pandemi saja. Namun, pada saat penggunaannya nanti harus dilakukan evaluasi yang disebut dengan clinical trial fase 4," terang Prof Kadir.

Uji klinik fase 4 itu untuk melihat sejauh mana efikasi, validitas, sensitivitas, dan spesifisitas alat tersebut. Data itu yang kemudian akan dibandingkan dengan Swab PCR.

"Jadi, GeNose masih taraf penggunaan dengan izin 'Emergency Use Authorization' dan masih memerlukan uji klinik fase 4 untuk memastikan apakah alat bikinan UGM tersebut bisa dipakai atau tidak," terang Prof Kadir.

GeNose bikinan UGM ini pun rencananya baru mulai diproduksi pada Januari 2021 dan diharapkan pada minggu ke-3 Januari 2021, barang sudah siap. GeNose sendiri sekarang sudah diproduksi dalam skala terbatas di PT Swayasa Prakarsa dan sudah ada 100 unit yang siap digunakan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini