Moderna dan Pfizer Bicara soal Efektivitas Vaksin Buatannya terhadap Covid-19 Jenis Baru

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 481 2335514 moderna-dan-pfizer-bicara-soal-efektivitas-vaksin-buatannya-terhadap-covid-19-jenis-baru-tQBXA0Xnew.jpg Pandemi COVID-19 (Foto: The Scientist)

Perusahaan farmasi Moderna dan Pfizer yakin bahwa vaksin Covid-19 buatannya akan memberikan perlindungan dari Covid-19 jenis baru yang sangat menular. Ini dibuktikan dari penelitian yang mereka lakukan.

Menurut laporan New York Post, peneliti Moderna mengeluarkan hasil studi bahwa suntikan vaksin mereka dinilai sama efektifnya dalam menangani kasus Covid-19 jenis baru.

 Covid-19

Meski begitu, Moderna akan melakukan tes lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang untuk memastikan hasil yang mereka temukan itu berhasil juga di Inggris, tempat penyebaran Covid-19 jenis baru terjadi.

"Meskipun kami berencana untuk menjalankan tes untuk memastikan aktivitas vaksin terhadap strain apapun, berbagai antibodi penawar potensial yang dimungkinkan oleh vaksin Covid-19 Moderna memberi keyakinan bahwa vaksin buatan kami juga akan efektif dalam mendorong antibodi penawar pada jenis mutasi virus apapun," lapor Moderna.

Sementara itu, laporan Pfizer menjelaskan bahwa protein yang ada di dalam Covid-19 jenis baru 99 persen sama dengan Covid-19 generasi pertama. Ini artinya, vaksin yang dikembangkan Pfizer sekarang efektif juga untuk kasus Covid-19 jenis baru.

"Secara ilmiah, sangat mungkin respons imun dari vaksin yang sedang dikembangkan ini dapat mengatasi Covid-19 jenis baru," kata CEO BioNTech, Ugur Sahin, yang merupakan rekanan dari perusahaan farmasi Pfizer.

Sahin menekankan, meskipun vaksin buatan Pfizer bisa mengatasi Covid-19 jenis baru, kemunculan fenomena mutasi ini dapat mempersulit negara-negara untuk mencapai herd immunity terhadap Covid-19 yang diyakini harus melibatkan 60 hingga 70 persen populasi melawan penyakit tersebut.

"Jika virus menjadi lebih efisien dalam menginfeksi orang, itu berarti kita memerlukan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi untuk memastikam bahwa kehidupan normal dapat berlanjut tanpa gangguan," papar Sahin.

Para ilmuwan khawatir bahwa Covid-19 jenis baru yang sudah bermutasi sebanyak 17 kali itu memiliki perubahan pada protein 'spike' atau bagian dari virus yang membuatnya menular.

Ketakutan itu terwujud pada 19 Desember 2020 ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memerintahkan lockdown pada menit-menit terakhir karena diketahui Covid-19 jenis baru yang ditemukan di Inggris 70 persen lebih kuat menularnya dibandingkan Covid-19 generasi pertama.

 Baca juga: Harganya Rp120 Ribu, Tes Antigen CePAD Punya Tingkat Akurasi 85%

Meski belum ada laporan keseriusan penyakit yang ditimbulkan Covid-19 jenis baru, itu tidak menyurutkan beberapa negara menutup pintu kedatangan dari Inggris sebagai tindakan pencegahan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini