Share

Mengenal Parosmia, Gangguan Penciuman Penderita Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 481 2335525 mengenal-parosmia-gangguan-penciuman-penderita-covid-19-A78aySIM7O.jpg Ilustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

DARI beberapa pasien yang menderita anosmia saat terinfeksi covid-19, sekira 10 persen di antaranya ternyata mengalami gejala lanjutan berupa parosmia. Jika anosmia merupakan salah satu gejala covid-19 yang mengakibatkan hilangnya indera penciuman, parosmia justru sebaliknya. Pasien dengan keluhan parosmia dapat mencium aroma, akan tetapi tidak bisa mengenalinya.

Mengutip dari Healthline, Selasa (29/12/2020), parosmia merupakan istilah untuk menggambarkan kondisi kesehatan yang mengganggu indera penciuman. Penderita parosmia mungkin mengalami kehilangan intensitas aroma yang berarti tidak bisa mendeteksi seluruh aroma di sekitarnya.

Baca juga: Hilang Rasa dan Penciuman Akibat Covid-19, Begini Cara Mengembalikannya 

Terkadang parosmia menyebabkan hal-hal yang ditemui setiap hari memiliki aroma yang kuat dan tidak menyenangkan. Misalnya, aroma yang harum mungkin akan tercium busuk. Parosmia biasanya terjadi setelah neuron pendeteksi aroma atau indera penciuman rusak akibat virus atau kondisi kesehatan lainnya.

Hal itu pun dibenarkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Anggarino Damay SpJP. Dokter Vito memiliki pengalaman yang sama dengan apa yang terjadi terhadap pasiennya.

Baca juga: Terkait Diare Jadi Gejala Covid-19, Dokter Sarankan Konsumsi Makanan Matang Saja 

"Jadi ketika pasien menghirup aroma sup ayam atau roti panggang misalnya, si pasien ini justru menciumnya sebagai makanan basi," ujarnya ketika dihubungi Okezone.

Adapun kesalahan dalam mengenali suatu aroma yang dialami pasien tersebut terjadi karena kerusakan dari saraf olfaktorius yang bisa mengenali aroma dan bau tertentu malah "dikenali" sebagai aroma yang lain oleh saraf tersebut.

Hingga kini Dokter Vito pun belum dapat menyimpulkan apakah gejala ini bisa pulih seperti sedia kala, karena masih menunggu laporan kasus dengan kondisi tersebut.

"Kapan gejala ini pulih dan apakah bisa selalu pulih sempurna, kita masih tunggu tentunya laporan-laporan kasusnya," tukasnya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Alami Gejala Diare, Pakar Kesehatan: Bisa Lebih Lama Pulih 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini