Menkes Sebut Lansia Dapat Vaksin Covid-19 Belakangan, Ini Alasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 481 2335807 menkes-sebut-lansia-dapat-vaksin-covid-19-belakangan-ini-alasannya-gBWQ3Bfi4b.jpg Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: BPMI)

PEMERINTAH Indonesia telah menentukan skema pemberian vaksin covid-19 bagi masyarakat. Saat ini pemerintah telah mendatangkan Vaksin Sinovac buatan perusahaan asal China Sinovac Biotech dan masih menunggu pesanan dari beberapa produsen lainnya.

Beberapa waktu lalu Terawan Agus Putranto, menteri kesehatan sebelumnya, telah menyebut enam produsen vaksin covid-19 yang akan menyuplai ke Indonesia. masing-masing adalah Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Biofarma.

Baca juga: Akankah Lansia di Indonesia Mendapat Vaksin Covid-19? 

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan (tenkes) menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi pemerintah. Mereka menjadi golongan yang akan mendapat vaksinasi gelombang 1.

"Tenaga kesehatan menjadi prioritas vaksin karena mereka adalah garda terdepan dan menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan pandemi," kata Menkes Budi dalam pernyataan di channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Dari 269 Juta, Hanya 181 Juta Masyarakat Indonesia yang Dapat Vaksin Covid-19 

Terkait golongan yang rentan terinfeksi covid-19 seperti lansia, Menkes Budi mengatakan bahwa vaksinasi akan diberikan pada gelombang 3 atau belakangan. Sebab, vaksin akan dicocokkan dengan tingkat risiko penggunaannya terhadap lansia.

"Pfizer sudah diberi penggunaan darurat boleh digunakan pada usia di atas 60 tahun. Sebagian besar vaksin akan datang pada akhir kuartal kedua 2021. Pasien lansia ditaruh agak belakang (gelombang 3) karena menunggu vaksin ini datang terlebih dahulu," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini