6 Manfaat Membaca Buku yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Memperkuat Otak

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 612 2335726 6-manfaat-membaca-buku-yang-jarang-diketahui-salah-satunya-memperkuat-otak-iSaPawum1U.jpg Buku ternyata memberikan banyak manfaat untuk manusia. (Foto: Jcomp/Freepik)

ORANG-orang di seluruh dunia banyak yang menyukai membaca buku, surat kabar, atau sebagainya. Bahkan itu terus berlangsung sampai zaman sekarang ketika banyak buku telah berubah dalam format digital dan bisa diakses tanpa harus ke perpustakaan atau toko.

Lalu apa sebenarnya yang didapat manusia dari membaca buku? Apakah ini hanya tentang kesenangan? Atau, adakah manfaat di luar kenikmatan ini? Jawabannya ternyata lebih dari itu.

Baca juga: Tak Mau Buku Kesayangan Jadi Kuning? Simak 4 Cara Mencegahnya 

Membaca buku bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental manusia. Manfaat tersebut ternyata bisa bertahan seumur hidup.

Mengutip dari Healthline, Selasa (29/12/2020), berikut penjelasan singkat tentang bagaimana membaca buku dapat mengubah otak dan tubuh manusia menjadi lebih baik.

1. Memperkuat otak

Sebuah badan penelitian yang berkembang menunjukkan bahwa membaca benar-benar mengubah pikiran manusia. Dengan menggunakan pemindaian MRI, para peneliti telah mengonfirmasi bahwa membaca melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks di otak.

Saat kemampuan membaca jadi matang, jaringan tersebut juga menjadi lebih kuat dan lebih canggih. Dalam satu studi yang dilakukan pada 2013, para peneliti menggunakan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel di otak.

Buku

2. Meningkatkan kemampuan berempati

Berbicara tentang merasakan sakit, sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang membaca fiksi sastra atau cerita yang mengeksplorasi kehidupan batin karakter bisa menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi untuk memahami perasaan dan keyakinan orang lain.

Peneliti menyebut kemampuan ini sebagai "teori pikiran", seperangkat keterampilan yang penting untuk membangun, mengarahkan, dan memelihara hubungan sosial. Meskipun satu sesi membaca fiksi sastra kemungkinan tidak akan memicu perasaan ini, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembaca fiksi jangka panjang cenderung memiliki teori pikiran yang berkembang lebih baik.

Baca juga: Bukan Cuma Gowes, Baca Buku Bisa Jadi Tren Berfaedah Selama Pandemi 

3. Mengembangkan kosakata

Para peneliti telah menemukan bahwa siswa yang membaca buku secara teratur, mulai dari usia muda, secara bertahap mengembangkan kosakata yang besar. Ukuran kosakata dapat memengaruhi banyak bidang kehidupan, mulai skor pada tes standar hingga penerimaan di perguruan tinggi dan peluang kerja.

Jajak pendapat tahun 2019 yang dilakukan oleh Cengage menunjukkan bahwa 69 persen pemberi kerja mencari orang dengan keterampilan lain, seperti kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif. Membaca buku adalah cara terbaik untuk meningkatkan eksposur pada kata-kata baru yang dipelajari dalam konteks.

4. Mengurangi stres

Pada 2009, sekelompok peneliti mengukur efek relaksasi, humor, dan membaca terhadap tingkat stres siswa yang menuntut program ilmu kesehatan di Amerika Serikat. Studi tersebut menemukan bahwa 30 menit membaca dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan perasaan tertekan psikologis yang sama efektifnya dengan relaksasi dan humor.

Penulis penelitian menyimpulkan, "Karena kendala waktu adalah salah satu alasan yang paling sering dikutip untuk tingkat stres yang tinggi yang dilaporkan oleh mahasiswa ilmu kesehatan, 30 menit dari salah satu teknik ini dapat dengan mudah dimasukkan ke jadwal mereka tanpa mengalihkan banyak waktu dari studi mereka."

Baca juga: Orangtua Wajib Bacakan 1000 Buku Sampai Anak Masuk TK, Kenapa? 

5. Dapat membantu hidup lebih lama

Sebuah studi kesehatan dan pensiun jangka panjang, mengikuti kohort dari 3.635 peserta dewasa selama 12 tahun, menemukan bahwa mereka yang membaca buku bertahan sekira 2 tahun lebih lama daripada mereka yang tidak membaca. Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa orang yang membaca lebih dari 3 setengah jam setiap minggu memiliki kemungkinan 23 persen untuk hidup lebih lama daripada mereka yang tidak membaca sama sekali.

6. Membuat istirahat malam jadi lebih baik

Dokter di Mayo Clinic menyarankan membaca sebagai bagian dari rutinitas tidur yang teratur. Untuk hasil terbaik, Anda mungkin ingin memilih buku cetak daripada membaca di layar, karena cahaya yang dipancarkan perangkat dapat membuat tetap terjaga dan menyebabkan hasil kesehatan lain yang tidak diinginkan. Dokter tersebut juga menganjurkan agar Anda membaca di tempat lain selain kamar tidur jika sulit tidur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini