Update Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia: Efek Samping Ringan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 481 2336353 update-uji-klinis-vaksin-covid-19-sinovac-di-indonesia-efek-samping-ringan-wlJ1LQ9Tks.jpg Ilustrasi uji klinis vaksin covid-19. (Foto: Pressfoto/Freepik)

UJI klinis fase 3 Vaksin Covid-19 Sinovac yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Padjajaran (Unpad) mendapatkan fakta bahwa efek samping memang terjadi tapi dalam level ringan. Hasil studi ini dinilai konsisten dengan apa yang terjadi di Brasil dan Turki.

"Uji klinis Vaksin Covid-19 Sinovac sudah berjalan 5 bulan yang melibatkan 1.620 orang dengan rentang usia 18 sampai 59 tahun. Skema emergency dengan interval 14 hari antara 2 dosis menjadi pilihan untuk diuji sesuai dengan desain yang diterapkan di Brasil dan Turki," papar Profesor Kusnandi Rusmil, ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Indonesia Resmi Beli Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Novavax, Total 100 Juta Dosis 

Penyuntikan pertama sudah selesai pada 6 November 2020 dan pengambilan sampel 14 hari pasca-suntikan telah selesai pada 20 November. Semua subjek dipantau efek samping yang dirasakan usai disuntik vaksin.

Info grafis vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

"Sejauh ini efek samping yang timbul terbanyak adalah reaksi lokal yaitu rasa nyeri di area penyuntikan dengan intensitas mayoritas ringan. Reaksi sistemik yang muncul terbanyak yaitu pegal-pegal pada otot yang mayoritas juga ringan," terangnya.

Baca juga: Menkes Beberkan Vaksin Covid-19 yang Akan Beredar di Indonesia 

Bulan ini sudah sampai pengambilan darah 3 bulan pasca-suntikan kedua. Pemeriksaan antibodi dengan metode netralisasi dilakukan di Balitbangkes dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) di Bio Farma. Laporan intrim hingga 3 bulan pasca-suntikan kedua akan disampaikan ke BPOM pada awal Januari 2021.

"Sampai saat sekarang yang diperiksa sebetulnya sejumlah 1.817, kemudian yang dilakukan swab 1.732, yang diambil disuntikan pertama 1.620, dan suntikan kedua 1.603. Sekarang tinggal mengikuti kejadian-kejadian efek samping yang ringan tadi," tutur Profesor Kusnandi.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini