Mengenal Obat Covid-19 GX17 untuk Pasien Lansia, Apa Khasiatnya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 481 2336416 mengenal-obat-covid-19-gx17-untuk-pasien-lansia-apa-khasiatnya-8nUhXVntFj.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

INDONESIA tengah melakukan uji coba obat Covid-19 GX17 produksi PT Kalbe-Genexine Biologics (KGBio) fase 2. Uji coba ini dilakukan setelah mengantongi izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"BPOM telah mengeluarkan persetujuan kepala KGBio untuk melakukan uji klinik fase 2 berdasarkan data keamanan dan efektivitas dari studi sebelumnya yang telah dilakukan Genexine bersama IMAB di Korea Selatan," tulisan laporan resmi yang diterima Okezone.

Apa itu obat Covid-19 GX17?

Obat GX17 adalah satu-satunya obat long-acting interleukin-7 dalam pengembangan di dunia yang dapat meningkatkan jumlah limfosit absolut. Peningkatan jumlah limfosit oleh GX17 inilah yang dapat mencegah perburukan kondisi pasien Covid-19 mild atau asymptomatic terutama pada populasi rentan seperti orangtua.

Bagaimana cara kerja obat ini di dalam tubuh? GX17 akan mengaktivasi T-cells dan sistem imun pada tahap awal infeksi Covid-19 terjadi.

Dikatakan Direktur PT Kalbe Farma Tbk sekaligus Presiden Direktur PT Kalbe Genexine Biologics, Sie Djohan, infeksi yang disebabkan virus SARS-CoV2 dapat dengan cepat merusak sistem imun dan berkembang dari penyakit mild menjadi lebih serius, bahkan menyebabkan kematian.

 

"Dengan obat GX17 tersebut, diharapkan pasien lansia yang rentan dapat distabilkan jumlah T-cells mereka yang memang lebih rendah daripada kelompok usia muda," kata Djohan.

Seperti apa studi uji klinik fase 2 obat Covid-19 GX17 ini?

Peneliti akan melibatkan 210 subjek penderita mild dan asymptomatic Covid-19 dengan usia di atas 50 tahun. Peneliti nantinya akan menganalisa keamanan dan keefektifan GX17 dibanding dengan placebo.

GX17 diberikan sebagai injeksi tunggal bersama dengan standar terapi dalam 7 hari sejak ditemukannya gejala dan akan dimonitor selama total 9 minggu, termasuk 1 minggu untuk seleksi, 4 minggu pengobatan, dan 4 minggu follow up. Uji klinik fase 2 ini diperkirakan memakan waktu 6 bulan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini