Efektivitasnya Rendah, Kenapa Vaksin Sinovac Paling Banyak Dipesan Indonesia?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 481 2336503 efektivitasnya-rendah-kenapa-vaksin-sinovac-paling-banyak-dipesan-indonesia-NoRSgHwAgR.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

INDONESIA akan kembali mendatangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebanyak 1,8 juta dosis. Dengan kedatangan vaksin ini, maka Indonesia telah memesan 3 juta vaksin Sinovac.

Memang, selain vaksin Sinovac Indonesia juga membeli vaksin covid-19 dari AstraZeneca (Inggris) dan Novavax (Kanada). Adapun jumlah vaksin yang dibeli mencapai 100 juta dosis atau masing-masing 50 juta dosis.

Memang, vaksin Sinovac dianggap lebih rendah tingkat efektivitasnya daripada dua vaksin lainnya. Lantas, kenapa vaksin Sinovac yang jumlahnya lebih besar?

Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’i menjelaskan awalnya tidak ada satu orang pun yang tahu vaksin tersebut efektif atau tidak. Kala itu ada yang namanya preorder vaksin, dan negara paling heboh itu Kanada, semua vaksin dipesan.

"Pemesanan vaksin ini kan tidak mudah jadi ada prosesnya. Prosesnya tidak hanya bisnis, tapi diplomasi. Sebab semua negara membutuhkan vaksin," terang dr. Fajri, saat dihubungi Okezone.

"Jadi kenapa saat itu dipilih, karena pada saat itu belum ada yang tahu. Salah satu alasannya adalah karena China yang mampu jaminan produksi untuk memberikan vaksin kepada Indonesia,” tambah dia.

Lebih lanjut dr. Fajri menjelaskan, hasil laporan antara vaksin Moderna dan Pfizer dengan Sinovac yang dipesan oleh pemerintah Indonesia saat ini. Menurutnya, Moderna dan Pfizer harus dilakukan investasi.

“Misal AstraZeneca, kita pesan maka kita harus menaruh sekian triliun untuk membantu proses pengembangan juga. Ini semua tergantung aggrement secara bisnis dengan perusahaan tersebut. Jadi memang saat pemesanan kita enggak tahu bagaimana nantinya. Tapi secara decision realnya harus bertanya langsung dengan pemerintah,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini