Indonesia Dianggap Salah Beli Vaksin, Bagaimana Komentar Dokter?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 481 2336511 indonesia-dianggap-salah-beli-vaksin-bagaimana-komentar-dokter-sTPNfoM6bb.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SEBANYAK 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac kembali didatangkan dari China. Dengan demikian, Indonesia telah mendatangkan 3 juta dosis vaksin Sinovac untuk melawan virus corona Covid-19.

Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’i mengingatkan masyarakat untuk tidak khawatir dengan efektivitas dari vaksin Covid-19 yang dipesan oleh pemerintah. Menurutnya penelitian tidak akan bisa 100% berhasil dan dipahami betul, sebab tidak ada satu pun orang yang mampu memprediksi suatu hasil penelitian.

“Misalnya efektivitasnya kurang oke atau safety-nya tidak bagus. Ini karena tidak ada yang tahu sebab sekarang semuanya serba sulit," terang dr. Fajri, saat dihubungi Okezone.

"Masyarakat justru harus apresiasi upaya pemerintah, bahwa pemerintah concern dan tidak cuek. Sebab banyak pemerintah negara lain yang justru cuek dengan pandemi Covid-19,” jelas dia.

Menurut dr. Fajri, situasi yang dialami Indonesia ini adalah hal yang wajar terjadi. Sebab semua negara juga melakukan gambling untuk mendapatkan vaksin terbaik dan tidak mengetahui apakah akan merugi.

“Para Investor Moderna atau investor Pfizer saat ini juga gambling, tidak tahu kalau vaksin itu bakal bagus. Tapi ternyata bagus. Artinya apa boleh buat. Ini kondisi pandemi, tidak ada yang nikmat dan tidak ada yang nyaman,” tuntasnya.

Sekadar informasi, Indonesia memilih Sinovac lantaran saat itu diharuskan preorder, dan negara yang mampu memberikan jaminan produksi vaksin kepada Indonesia adalah China dengan Sinovac-nya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini